Aquarium Kehendak Tuhan

1 Tesalonika 2:12

Apakah yang harus selalu ada dalam pikiran kita saat melalui hari demi hari? Suatu pertanyaan penting, yang jawabannya akan menjadi filosofi dalam kehidupan kita. Apakah kita menempatkan hal-hal duniawi, kekayaan, kekuasaan, dan penghargaan, sebagai hal yang mendominasi pikiran kita setiap hari, yang membuat kita menjadi orang Kristen duniawi. Ataukah kita menempatkan kehendak Tuhan di atas segalanya sehingga berada dalam perahu kehidupan yang dinakhodai oleh Tuhan.

Seperti Yakobus katakan, “Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” (Yak 4:15). Kita harus seperti ikan yang bernafas dan bergerak di dalam aquarium kehendak Tuhan. Apabila kita mencoba bernafas dan bergerak di luar aquarium kehendak Tuhan, maka perlahan kita akan mulai kehabisan oksigen dari Tuhan. Dan hidup kita pun mulai berada dalam sebuah jalan persimpangan menuju kesia-siaan. Dunia mencari kekayaan, tetapi firman Tuhan berkata, “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.” Ini berbicara tentang fokus kehidupan karena pernyataan kehendak Tuhan di bumi seperti di Sorga jauh lebih penting. Dunia mencari kekuasaan, tetapi firman Tuhan berkata, “dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba.” Kekuasaan yang tanpa pengenalan akan Tuhan akan mendatangkan keangkuhan hidup. Di mana keangkuhan hidup berkuasa makan Tuhan tidak lagi menjadi pusat dari kehidupan kita. Tetapi kerendahan hati menjadi sebuah mutiara kehidupan di mata Tuhan. Dunia mencari penghargaan, tetapi firman Tuhan berkata, “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” Penghargaan yang sejati bukan datang dari manusia karena bersifat sementara, melainkan dari Tuhan yang mendatangkan sebuah mahkota kehidupan.

Apakah fokus kita dalam hidup ini? Kekayaan, kekuasaan, dan penghargaan dunia, ataukah kehendak Tuhan, kerendahan hati, dan penghargaan dari Tuhan? Satu kebenaran penting yang harus kita pegang, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah …” (Rm 12:2). Fokus kehidupan manusia 100% ditentukan dari pola pikirannya. Bagaimana kita mengisi pikiran setiap hari, akan menentukan arah hidup kita. Jika kita menginginkan Tuhan menjadi fokus kehidupan, maka kita harus memberi makan pikiran kita setiap hari dengan firman Tuhan. Hal ini merupakan jalan untuk membuat kita tidak menjadi serupa dengan dunia. “Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataanMu, maka aku menikmatinya; firmanMu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab namaMu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.” (Yer 15:16). Jadikanlah Tuhan melalui firmanNya menjadi nakhoda hidup kita!

Manna Sorgawi, 18 Desember 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s