Orang Terpandang

Kisah Para Rasul 15:22

Nama Silas sama dengan nama Silwanus. Kedua nama itu mempunyai arti yang sama juga, yaitu hutan. Silas termasuk salah satu orang terpandang. Yang dimaksud dengan orang terpandang adalah orang yang disegani dan dihormati oleh sesamanya. Seseorang bisa menjadi terpandang karena kaya. Banyak orang tidak takut kepada pencuri atau setan, tetapi mereka “takut” kepada orang kaya. Bisa juga terpandang karena kedudukan atau jabatan. Biasanya orang akan sangat berhati-hati berbicara dan bersikap ketika berada di hadapan Ketua RT, RW, atau Lurah. Jangan sampai salah dan menyinggung perasaan mereka. Musa pernah mempunyai pengalaman menjadi orang terpandang karena menjadi anak angkat putri Firaun (Kel 11:3). Atau, terpandang karena pekerjaan. Di masyarakat, orang akan segan serta hormat kepada seseorang yang bekerja sebagai polisi atau tentara. Tetapi, menjadi terpandang dengan dasar harta, jabatan, dan pekerjaan tidak akan berlangsung lama. Ketika hartanya habis, jabatannya hilang, dan pensiun dari pekerjaannya, maka keseganan dan hormat tersebut juga dengan sendirinya akan hilang. Ada dasar yang kuat yang membuat seseorang terus menjadi orang terpandang, yaitu sikap hidup yang bijak dan benar. Sikap hidup yang bijak dan benar bisa berwujud kerendahan hati dan kerelaan untuk melayani. Yesus mengajarkan tentang hal ini, “Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.” (Luk 22:26). Entah mana yang menjadi dasar bagi Silas sehingga ia disebut sebagai orang terpandang. Selain jabatannya sebagai nabi, sangat mungkin karena sikap hidupnya yang bijak dan benar.

Banyak keuntungan menjadi orang terpandang. Sebagai orang terpandang, Silas menjadi orang yang sangat berpengaruh di gerejanya. Tentu saja pengaruhnya adalah pengaruh positif. Tidak mengherankan kalau kemudian muncul suara bulat dari rasul-rasul, penatua-penatua beserta seluruh jemaat untuk memilihnya menjadi salah seorang pembawa keputusan penting kepada jemaat di Antiokhia. Silas mempunyai pengalaman dan wibawa yang cukup untuk membuat orang lain segan dan hormat kepadanya. Sebagai orang terpandang, Silas juga berhak memutuskan tentang ajaran dan displin yang berlaku di gerejanya.

Kita semua bisa menjadi orang terpandang. Tidak peduli apakah kita kaya atau miskin, berpangkat atau tidak, asal sikap hidup kita bijak dan benar, kita akan disegani dan dihormati orang. Mungkin kita diberi kesempatan untuk menerima jabatan, tetapi tetap saja jabatan itu harus dibarengi dengan sikap hidup yang bijak dan benar. Jika kita sadar bahwa kita merupakan saksi Tuhan, maka kita akan berusaha untuk menjadi orang terpandang, baik di lingkungan orang Kristen maupun non-Kristen. Dengan demikian, nasihat, teguran, maupun Injil yang kita sampaikan akan didengar orang.

Manna Sorgawi, 1 Januari 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s