Kurir Yang Baik

Kisah Para Rasul 15:27-31

Kurir adalah utusan yang menyampaikan sesuatu yang penting kepada pihak kedua. Sayang, akhir-akhir ini orang jahat menodai arti positif dari kurir. Kita bisa melihat hal tersebut dari adanya “kurir paket bom buku” atau “kurir narkoba”. Tetapi, Silas adalah kurir yang baik. Ada dua hal yang membuat seseorang disebut sebagai kurir yang baik, yaitu:

Sesuatu yang dibawa oleh kurir yang baik adalah sesuatu yang baik. Sesuatu yang dibawa Silas adalah keputusan sidang di Yerusalem tentang keselamatan dan praktek hidup orang percaya. Ini adalah sesuatu yang baik bagi jemaat di Antiokhia. Jemaat di Antiokhia tidak akan ragu-ragu lagi mengenai keselamatan mereka. Sekaligus, mereka juga akan menjaga hidupnya sehingga tidak menjadi batu sandungan. Sebagai kurir yang baik, Silas tidak membawa pendapat beberapa orang dari golongan Farisi yang telah menjadi percaya. Ini sangat tepat sebab pendapat beberapa orang justru akan melemahkan iman jemaat di Antiokhia. Bagi Silas, yang baik saja yang dia bawa. Yang membangun umat Tuhan yang dia sampaikan. Yang memperkokoh iman jemaat yang dia beritakan. Yang meningkatkan mutu rohani orang percaya yang dia katakan.

Kurir yang baik akan menjaga apa yang dibawanya sampai ke tujuan dengan selamat. Kalau Silas menjadi kurir yang jahat, dia akan mengurangi, menambahi, atau mengubah keputusan sidang tersebut. Bisa saja dia berkongkalikong dengan Yudas, teman perjalanannya. Tetapi, Silas tidak seperti itu. Dia bukan hanya segan kepada para rasul dan penatua, tetapi dia takut kepada Tuhan. Baginya, keputusan sidang sama artinya dengan keputusan Tuhan. Untuk itu, dia harus menjaga keputusan tersebut dengan sungguh-sungguh sehingga bisa sampai kepada yang berhak menerimanya dengan utuh. Ini menunjukkan bahwa dia adalah orang yang bertanggung jawab. Kurir yang baik adalah kurir yang bertanggung jawab!

Kita adalah kurir Tuhan. Sebagai kurir Tuhan yang baik, kita harus membawa sesuatu yang baik dalam diri kita. Sesuatu yang baik itu adalah firman Tuhan. Sesuatu yang baik itu bukan gosip, bukan fitnah, bukan cemoohan, bukan olok-olok, bukan murka, bukan cerita dusta dan bukan kata-kata yang menjatuhkan. Firman Tuhan akan menghibur dan menasihati orang, tetapi gosip dan “teman-temannya” tersebut akan menghancurkan orang. Firman Tuhan itu juga akan membawa orang kepada kehidupan yang kekal. Sebagai kurir Tuhan yang baik, kita harus menjaga firman Tuhan itu sehingga sampai kepada setiap orang. Keputusan-keputusan Tuhan tentang keselamatan, tentang Sorga dan tentang Neraka harus dengan utuh sampai kepada pendengar. Selain firman Tuhan, kita juga harus membawa sikap hidup yang baik. Kadang firman Tuhan ditolak gara-gara “sang kurir” yang berkelakuan buruk sekalipun firman yang dibawanya adalah benar. Oleh sebab itu, mari, apa yang sudah ditanamkan dalam diri kita, yaitu karakter yang baik, kita wujudkan di dalam perbuatan nyata.

Manna Sorgawi, 2 Januari 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s