Tiga Kewarganegaraan

Kisah Para Rasul 16:38; Filipi 3:20

Di negara-negara tertentu, terutama negara-negara barat, berlaku sistem kewarganegaraan ganda. Orang bisa mendapatkan kewarganegaraan negara tersebut dengan tetap mempertahankan kewarganegaraan yang lama. Ini merupakan kesempatan emas bagi mereka yang bisa memanfaatkannya. Sayang, ada orang yang memanfaatkannya secara negatif. Contohnya, seorang buronan polisi karena kasus yang menjeratnya di negara asal. Dia dengan nyaman akan berada di negara barunya tersebut sekian lama. Dia merasa nyaman karena yakin tidak akan dideportasi. Selain itu dia juga akan mendapat hak yang semestinya sebagai warga negara.

Silas bukan saja memiliki kewarganegaraan ganda, tapi tiga kewarganegaraan. Dia adalah orang Yahudi yang memiliki kewarganegaraan Rum, sekaligus kewarganegaraan Sorga. Kewarganegaraan Rum dapat diperoleh melalui tiga cara, yaitu: Pertama, karena dilahirkan dari orang tua yang berwarganegara Rum. Kedua, membeli dengan harga mahal. Ketiga, hadiah dari pemerintah Romawi. Alkitab tidak menjelaskan bagaimana caranya Silas mendapatkan kewarganegaraan Rum. Sebagai warga negara Rum, Silas mempunyai hak-hak istimewa. Misalnya, hak untuk diadili terlebih dahulu sebelum dijatuhi hukuman (Kis 16:35-39). Juga, hak untuk bebas dari sesahan saat diinterogasi (Kis 22:24-29). Dan, hak untuk menyatakan banding kepada kaisar (Kis 24:10-12; 26:32). Jika mendengar seseorang berwarganegara Rum, maka orang lain tidak berani bertindak sembarangan terhadapnya. Bahkan, orang akan menaruh rasa hormat kepadanya. Inilah kesempatan emas yang dimiliki Silas. Silas menggunakannya dengan sangat baik. Di sisi lain, sebagai warga negara Sorga, Silas sadar bahwa dia harus mementingkan Kerajaan Sorga. Untuk itu, dia menggunakan kesempatan emas tersebut bukan untuk kepentingannya sendiri, tetapi untuk kepentingan Kerajaan Sorga. Dia tidak sombong ketika orang lain hormat kepadanya. Dia juga menggunakannya sebadai kesempatan untuk memberitakan Injil kepada mereka. Bisa dikatakan, Silas adalah warga negara teladan, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Tuhan.

Kita juga memiliki kewarganegaraan ganda. Secara rohani, Paulus menegaskan bahwa kewargaan kita adalah di dalam Sorgam dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Hal ini penting untuk kita sadari. Ketika ada kesempatan untuk belajar, belajarlah dengan sungguh. Jika diberi kesempatan untuk bekerja, bekerjalah dengan benar. Bahkan, kalau diberi kesempatan untuk menjadi pejabat negara, jadilah pejabat negara yang jujur dan bekerja keras. Dengan demikian sesungguhnya kita bisa menjadi saksi sehingga bisa memperlancar pelebaran Kerajaan Sorga di negeri kita.

Manna Sorgawi, 5 Januari 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s