Poligami dan Mormon

Matius 24:3-5; 2 Timotius 3:5-9

Pemimpin Gereja Mormon atau “The Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints”, Warren Jeffs yang giat mengajarkan poligami kepada jemaatnya, divonis penjara seumur hidup. Pengadilan secara resmi memvonis Jeffs selama 119 tahun penjara atau hukuman penjara seumur hidup. Ia dinyatakan bersalah atas kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak dan karena menikahi anak di bawah umur dengan alasan imannya. Pria berusia 55 tahun itu terbukti menikahi anak-anak berusia 12 dan 14 tahun di Texas. Hakim semakin yakin Jeff bersalah setelah melihat bukti rekaman video yang menunjukkan ia memerkosa gadis lain yang usianya 12 tahun. Foto Jeffs mencium 2 gadis belia dan hasil tes DNA yang membuktikan bahwa Jeffs adalah ayah dari gadis berusia 14 tahun yang ia nikahi, menjadi bukti yang semakin memberatkannya.

Walaupun sudah divonis, tetapi Jeffs menuntut kebebasan untuk menjalankan agamanya dengan caranya sendiri. Jeffs berkukuh bahwa praktek poligaminya adalah legal secara spiritual. Dia membela diri dengan mengatakan bahwa apa yang dilakukannya adalah perintah Tuhan. Sekte poligami bentukan Jeffs memiliki pengikut hingga 10 ribu orang di seluruh AS. Sekte ini mengedepankan poligami sebagai jalan menuju Sorga. Di akhir zaman tentu pengajaran sesat seperti sekte ini semakin banyak.

Para penyesat yang mengatasnamakan Tuhan biasanya memakai strategi dengan cara memutarbalikkan firman Tuhan untuk membenarkan keinginan-keinginan mereka. Ini sama seperti taktik si Iblis yang memutarbalikkan perintah Tuhan saat ia menggoda Hawa. Si Iblis berkata, “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Padahal Tuhan berfirman, “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Hawa yang tahu firman saja bisa disesatkan si Iblis, bagaimana dengan orang Kristen yang sama sekali tidak tahu isi firman karena tidak pernah membaca Alkitab?

Mat 24:5 memperingatkan kita agar waspada pada berbagai macam penyesatan. “Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaKu dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.” Untuk terhindar dari pengajaran sesat, kita harus memiliki hati yang lapar dan haus akan firman Tuhan sehingga kita antusias untuk membaca dan menggali firmanNya. Ikutilah kelas-kelas pendalaman Alkitab yang ada di gereja kita atau di lembaga Kristen yang sehat. Bila ada bagian firman Tuhan yang tidak kita mengerti, kita bisa bertanya kepada hamba Tuhan atau rohaniwan yang memiliki pengetahuan iman Kristen yang memadai. Atau, rajinlah beribadah dan membaca buku-buku rohani karena dengan demikian kita akan menambahkan pengetahuan kepada iman kita akan Kristus.

Manna Sorgawi, 8 Januari 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s