Hamba Yang Diperhatikan Tuhan (Seminggu Bersama Hagar – Hari 6)

Kejadian 21:17-21

Sungguh malang nasib Hagar! Dari segi status sosial, dia belum pernah benar-benar bebas dari perhambaan. Sekalipun menjadi istri kedua Abraham, tetapi dia tetap sebagai hamba Sara. Dari segi hubungan keluarga, dia saat ini harus tersingkir dari hadapan suaminya. Dari segi ekonomi, dia pun sekarang harus berjuang ekstra keras untuk memenuhi kebutuhannya, apalagi menjadi single parent. Perjuangan hidup yang tidak ringan bagi seorang perempuan.

Perjalanan “terpaksa” Hagar dan anaknya terhenti di padang gurun Bersyeba. Alasannya sangat jelas, yaitu karena air yang ada di kirbat sudah habis. Menarik untuk diperhatikan bahwa Abraham memberi bekal kepada Hagar dan anaknya hanya roti dan sekirbat air. Tentu tidak ada maksud Abraham supaya Hagar dan Ismael kehausan dan mati di padang gurun. Beberapa ahli Alkitab berpendapat bahwa Abraham sudah memperkirakan kalau sekirbat air itu cukup bagi Hagar dan Ismael untuk sampai di sebuah sumur yang telah dia tunjukkan sebelumnya. Beberapa ahli yang lain berpendapat bahwa Abraham menghendaki supaya Hagar dan Ismael tidak pergi terlalu jauh, sehingga sekirbat air sudah cukup bagi mereka. Bagaimanapun juga, kenyataan yang sekarang dihadapi adalah kehabisan air di tengah padang gurun yang tandus dan sinar matahari yang menyengat. Kecil kemungkinan untuk berharap Abraham tahu akan hal ini. Mengharapkan tiba-tiba ada hujan juga bagai pungguk yang merindukan bulan. Hagar hanya bisa menangis. Bahkan bayang-bayang kematian anaknya sudah ada di depan matanya, “Tidak tahan aku melihat anak itu mati.” Sebuah penderitaan yang sangat berat, baik secara fisik maupun jiwa. Namun, Tuhan tidak membiarkannya, Tuhan tetap memerhatikannya. Tuhan memulihkan jiwa Hagar dengan memerhatikan tangisan anaknya. Dengan demikian Hagar menjadi yakin bahwa anaknya tidak akan mati kehausan. Di sini lain, Tuhan memulihkan fisik Hagar dengan memberinya air dari sumur yang baru bisa dia lihat setelah Tuhan membuka matanya. Perhatian Tuhan kepada sang hamba ini semata-mata hanya karena dia adalah ibu dari anak Abraham, di mana tentang anak itu Tuhan sudah berjanji untuk membuatnya menjadi bangsa yang besar.

Kepada Hagar, sekali lagi Tuhan menunjukkan diri sebagai Pribadi yang bisa diandalkan. PerhatianNya kepada Hagar yang adalah seorang hamba seharusnya membuat kita semakin memercayaiNya. Mungkin saat ini kita sedang mengalami masalah yang berat yang membuat jiwa kita tergoncang, bahkan mungkin juga membuat tubuh kita sakit. Jangan pernah putus asa! Kita memiliki Tuhan yang bisa diandalkan. Yang diperlukan di sini adalah jangan andalkan kekuatan sendiri, tetapi serahkan segala permasalahan kita kepadaNya. Percayalah bahwa Dia mau dan mampu menolong kita. Nantikan pertolonganNya dengan sabar, penuh harap dan iman.

Manna Sorgawi, 6 November 2012

 

“Janganlah berputus asa. Tetapi kalau Anda sampai berada dalam keadaan putus asa, berjuanglah terus meskipun dalam keadaan putus asa.” – Anonim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s