Ketika Neraka Diremehkan

Yohanes 3:16-18; Markus 16:15-16

Suatu ketika, dua orang pilot pesawat ruang angkasa berdebat mengenai Neraka. Seorang di antara mereka adalah ateis, yang tidak percaya akan adanya Tuhan, Sorga dan Neraka; sedangkan seorang lagi adalah Kristen. Dengan sombong pilot ateis tersebut berkata bahwa ia telah menjelajahi seluruh bumi ini, bahkan hingga ke ruang angkasa, namun ia tidak pernah bertemu dengan Neraka. Lalu ia menantang pilot Kristen tersebut, apakah ia dapat menunjukkan Neraka kepadanya. Ia berkata, jika pilot Kristen tersebut dapat menunjukkan Neraka kepadanya, maka ia akan menjadi seorang Kristen. Pilot Kristen itu menjawab bahwa menemukan Neraka adalah hal yang mudah. Jika pilot ateis itu ingin menemukan Neraka, maka ia tinggal meloncat keluar dari pesawatnya saja, maka ia akan langsung menemukan Neraka.

Alkitab secara gamblang mengatakan bahwa Neraka itu sunggu nyata. Zaman sekarang banyak orang menganggap remeh masalah Neraka. Seperti pilot ateis tersebut, mereka berpikir bahwa Neraka itu tidak sungguh-sungguh nyata. Mereka memberikan berbagai alasan mengapa Neraka tidak sungguh-sungguh nyata. Salah satu yang sering dikemukakan adalah tentang sifat Tuhan yang maha pengasih. Mereka berkata bahwa jika Tuhan itu maha pengasih, maka Ia tidak akan mungkin membuang manusia ciptaanNya ke dalam Neraka. Orang-orang seperti ini sesungguhnya tidak memahami akan keadilan Tuhan. Tuhan memang maha pengasih, namun Dia juga maha adil. Kasih dan keadilan Tuhan selalu berjalan secara bersamaan, seperti dua sisi mata uang yang tidak mungkin dipisahkan. Tuhan mengasihi kita orang berdosa, karena itulah Tuhan Yesus harus datang ke dunia ini untuk mati di kayu salib. Dengan demikian Dia bisa menyelamatkan hidup kita dari hukuman dosa. Namun, jika kita tidak percaya dan tidak menerima Dia, maka kita sendirilah yang akan menanggung hukuman dosa. Itulah keadilan Tuhan.

Neraka yang semula ditujukan untuk Iblis, akan dihuni juga oleh orang-orang yang tidak percaya bahwa Tuhan Yesus telah mati untuk menebus hukuman dosa manusia dan tidak menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi. Dengan demikian, sangat banyak orang yang sedang mengantre menuju Neraka. Apakah kita tega melihat mereka yang sedang berbondong-bondong menuju kebinasaan itu? Seharusnya hati kita tergugah ketika melihat atau mendengar ada banyak orang yang seperti pilot ateis tersebut. Kita berkewajiban memberitahu dan meyakinkan semua orang bahwa Neraka itu ada. Di sisi lain, sambil memberitakan akan keberadaan Neraka, sekaligus kita juga memberitakan keberadaan Sorga. Dan, kabar baiknya adalah bahwa Sorga itu diperuntukkan bagi mereka yang mau percaya dan menerima Yesus secara pribadi. Namun, prinsipnya adalah bahwa kita hanya memberitakan, keputusan terserah pada mereka yang mendengarnya!

Manna Sorgawi, 11 November 2012

 

“Hidup menjadi terasa mudah jika kita pernah merasakan kesusahan” – Anonim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s