Membuang Perkataan Kotor

Efesus 4:29; 5:4

Kanzo Uchimura adalah seorang penginjil dan penulis Kristen berkebangsaan Jepang, yang bertobat pada tahun 1878. Ada hal yang cukup menarik untuk diperhatikan pada saat Uchimura mendapat kesempatan untuk meneruskan studi ke Amerika Serikat. Ia sangat terkejut dengan kehidupan orang Amerika. Awalnya ia membayangkan bahwa sebagai negeri Kristen, pastilah penduduk Amerika Serikat memakai kata-kata yang alkitabiah dan menyanyikan nyanyian rohani saja, seperti yang digambarkan oleh pekabar Injil Amerika kepadanya pada saat ia berada di Jepang. Namun, alangkah terkejutnya ia ketika di pelabuhan mendengar buruh-buruh pelabuhan mengeluarkan kata-kata kotor. Bagi Uchimura, kata-kata kotor tidaklah seharusnya diucapkan oleh orang-orang Kristen. Hal itu memang tidak sampai membuat Uchimura kecewa, tetapi sejak saat itu, ia mulai bisa membedakan antara kekristenan yang sesungguhnya dengan penduduk Amerika Serikat yang adalah Kristen. Ia mulai menyadari, seorang yang mengaku beragama Kristen tidaklah menjamin bahwa ia telah mempraktekkan firman Tuhan di dalam hidupnya; tidak menjamin bahwa ia tidak lagi mengucapkan kata-kata kotor.

Dalam pengajarannya tentang manusia baru, Paulus menegaskan bahwa sebagai manusia baru, orang percaya dilarang mengeluarkan kata-kata kotor dari mulutnya. Kata-kata kotor itu bisa membuat orang lain tersandung dan jatuh. Untuk itu, orang percaya harus mengganti kata-kata kotor itu dengan kata-kata yang membangun. Kata-kata yang membangun adalah kata-kata yang baik, yang dalam hal ini berarti berguna. Itu sama saja berarti bahwa kata-kata kotor adalah kata-kata yang tidak berguna, tidak berguna bagi kehidupan jasmani maupun rohani. Di sisi lain, kata-kata kotor disejajarkan dengan kata-kata yang sembrono, sebuah olokan atau canda yang keterlaluan, yang memojokkan orang lain. Tentu saja ini tidak pantas, tidak pantas untuk keluar dari mulut orang percaya dan tidak pantas untuk diterima orang lain. Oleh sebab itu, orang percaya harus mengganti kata-kata kotor dengan kata-kata yang berisi ucapan syukur kepada Tuhan. Nampaknya inilah yang sesuai dengan karakter Kristen.

Kata-kata kotor tidak hanya terdengar pada zaman Alkitab dan tidak hanya di jemaat yang ada di Efesus saja. Juga, tidak hanya didengar oleh Kanzo Uchimura dan di Amerika Serikat saja. Kata-kata kotor sering terdengar di mana kita berada. Di tempat umum, di kepadatan lalu lintas, di tempat kerja, di sekolah, di rumah, bahkan kadang di gereja, kita bisa mendengar kata-kata kotor. Apa bedanya orang Kristen dengan orang lain kalau mereka juga mengeluarkan kata-kata kotor itu? Bukan hanya tidak berbeda, tetapi juga semakin membuat orang lain enggan untuk belajar dan menerima kekristenan. Di sinilah nama Tuhan dihujat! Untuk itu, mari dengan hikmat kita menggunakan lidah dan mulut kita. Buang kata-kata kotor, ganti dengan kata-kata yang dapat menjadi berkat bagi orang lain.

Manna Sorgawi, 12 November 2012

 

“Hati-hati dengan seseorang yang belajar hanya dari satu buku” – Pepatah Latin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s