Penolong Dalam Berdoa

Roma 8:26-27

Dalam bukunya yang berjudul “Doa Syafaat”, Dutch Sheets menceritakan tentang seorang hamba Tuhan yang mendisiplin dirinya berdoa selama satu jam setiap hari. Pada suatu hari, hamba Tuhan itu merasakan dorongan Roh Kudus yang kuat agar ia berdoa lebih lama, sehingga ia melanjutkan doanya sampai dua jam. Setelah berdoa selama dua jam, ia masih merasakan dorongan yang kuat untuk berdoa lagi, sehingga ia tetap berdoa sampai tiga jam. Ia meminta perlindungan Tuhan dan berkat-berkat untuk hari itu, serta untuk beberapa hal lainnya. Setelah dorongan untuk berdoa itu tidak ada lagi, ia berhenti berdoa. Sore harinya, ketika sedang memotong rumput di halaman rumahnya, ia merasakan sesuatu yang bergerak dengan cepat melewati kakinya. Ketika menoleh ke bawah, ia melihat ada seekor ular berbisa di tanah dan sedang berusaha menyerangnya. Anehnya, serangan ular tesebut selalu gagal. Ular itu tidak dapat mematuk kakinya dan hanya dapat bergerak kian ke mari di sisi kakinya.

Di tempat lain, ada seorang rekan saya yang juga menyaksikan tentang dorongan Roh Kudus di dalam doa pribadinya. Ada waktu khusus baginya untuk berdoa setiap hari. Suatu ketika, saat ia berdoa, di dalam pikirannya terbayang dengan jelas wajah seorang teman perempuannya. Ia tidak tahu sama sekali mengapa hal itu terjadi. Tetapi, ia berkesimpulan bahwa orang itu perlu didoalan saat itu. Karena ia tidak tahu apa yang harus didoakan, maka ia hanya berdoa bagi perlindungan Tuhan terhadap teman perempuannya itu. Beberapa waktu kemudian, ia bertemu dengan perempuan tersebut. Rekan saya bertanya tentang keadaan permpuan tersebut, secara khusus tentang apa yang dialamninya ketika rekan saya itu berdoa. Perempuan itu bercerita, “Saya berkenalan dengan seorang laki-laki ketika saya sedang dalam perjalanan menggunakan kapal laut. Orang itu kemudian membawa saya ke ruang tertutup dan ingin memerkosa saya. Saya tidak bisa keluar, karena orang itu terlalu kuat bagi saya. Tetapi, ketika saya berteriak kepada Yesus, saya merasakan seperti ada kekuatan lain yang menolong saya, sehingga saya bisa meloloskan diri dari orang tersebut.” Tuhan menyelamatkan perempuan itu. Rekan saya menjadi yakin bahwa Tuhan mendengar doa yang dia naikkan berdasarkan dorongan Roh Kudus tersebut.

Itulah contoh bagaimana cara Roh Kudus menolong kita di dalam berdoa. Adakalanya kita tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa. Kita tidak tahu apa yang terbaik bagi kita dan bagi orang lain. Kita tidak tahu apa yang akan Tuhan berikan kepada kita dan kepada orang lain. Bahkan, kita tidak tahu apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan kita dan kebutuhan orang lain. Saat itulah Roh Kudus berdoa bagi kita. Roh Kudus akan menyampaikannya kepada Bapa. Dan, Bapa mengerti maksud Roh Kudus tersebut, sebab Ia berdoa bagi kita sesuai dengan kehendak Bapa. Bersyukurlah karena kita memiliki Penolong sejati!

Manna Sorgawi, 13 November 2012

 

“Hidup tanpa teman, bagaikan kematian tanpa saksi.” – Pepatah Jerman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s