Seminggu Bersama Pohon-Pohon dalam Alkitab 2 – Hari 1 Gandum, Bahan Makanan Pokok

Ulangan 8:7-10; Zakharia 9:17; Matius 4:4

Gandum adalah jenis tanaman padi-padian yang kaya akan karbohidrat. Gandum biasanya diolah menjadi tepung terigu untuk kemudian diolah lagi menjadi roti. Juga bisa difermentasi untuk menghasilkan alkohol. Bahkan kadang untuk pakan ternak. Ketika Tuhan hendak menuntun bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian, Tuhan menyebutkan betapa indah dan kayanya tanah itu akan hasil-hasil alamnya. Di situ, tanaman gandum adalah yang paling pertama disebutkan sebagai salah satu dari tujuh jenis tanaman yang menjadi nuansa tanaman di tanah itu. Karena itu, diperkirakan budidaya gandum telah ada sejak 2700 SM. Selain gandum, tanaman lainnya adalah jelai, ara, delima, zaitun, anggur, dan korma. Di zaman sekarang, keberadaan ketujuh jenis tanaman ini masih mendominasi sebagian besar daerah di Israel. Namun hanya gandum saja yang masih menjadi bahan makanan pokok sampai sekarang. Gandum memiliki banyak khasiat pengobatan. Di antaranya adalah untuk memperkuat tubuh, meningkatkan fungsi pencernaan, meningkatkan jumlah darah, dan memperbaiki sirkulasi darah. Gandum juga efektif untuk pelarutan batu ginjal dan meningkatkan produksi air susu ibu. Roti yang terbuat dari gandum berfungsi untuk membersihkan dan memurnikan darah, serta meningkatkan fungsi otak dan mempertajam daya ingat. Dari fungsinya, padi-padian memang lebih unggul dari bentuk sayuran lainnya. Padi-padian mengandung gizi dan berbentuk padat, serta menjadi makanan pokok manusia yang mengenyangkan. Tidak heran jika ada ayat di dalam Kitab Zakharia mengatakan, “Sungguh, alangkah baiknya itu dan alangkah indahnya! Teruna bertumbuh pesat karena gandum, dan anak dara karena anggur.” Dengan gandum sebagai makanan pokoknya, sebagian besar manusia di bumi ini bertumbuh dengan sehat dan kuat.

Gandum memang merupakan makanan pokok bagi jasmani. Namun, kita juga harus menyadari bahwa kerohanian kita pun membutuhkan makanan pokok. Setelah Yesus berpuasa empat puluh hari di padang gurun, Iblis datang untuk mencobai dan menggodaNya. Dengan niat jahat, dia memerintahkan kepada Yesus untuk mengubah bebatuan yang ada di sekitarNya menjadi roti. Namun Yesus menolak dan dengan firman Tuhan Ia melawan si Iblis. Yesus mengutip yang tertulis di dalam Ul 8:3, yang mengatakan bahwa manusia hidup bukan hanya dari roti saja, melainkan juga dari setiap firman Tuhan. Mungkin kita memiliki banyak kesibukan sehingga tidak sempat untuk membaca firman Tuhan. Tetapi, Tuhan mau mulai saat ini kita harus belajar untuk memenuhi kebutuhan pokok kerohanian kita. Cobalah untuk memulai membaca Alkitab satu atau dua ayat. Setelah terbiasa, coba lagi untuk membaca satu pasal. Munculkan rasa ingin tahu yang besar dan semangat ketika membaca firman Tuhan, sehingga kerohanian kita tidak akan pernah mati kelaparan. Ingat, firmanNya adalah roti bagi rohani kita!

~

Lupakan soal suka dan tidak suka. Keduanya bukanlah konsekuensi. Kerjakan apa yang harus dikerjakan. Mungkin itu bukan sesuatu yang menbahagiakan, namun di situlah terletak kebesaran. – George Bernard Shaw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s