Seminggu Bersama Pohon-Pohon dalam Alkitab 2 – Hari 4 Cendana, Menjadi Tangga Bait Suci

1 Raja-raja 10:11-12; 2 Tawarikh 9:11; Mazmur 45:9

Ditinjau dari segi bahasanya, yaitu bahasa Belanda sandelhout dan bahasa Inggris sandalwood, pohon cendana diyakini berasal dari Pulau Sumba. Hal ini dapat dilihat dari sebutan Pulau Sumba, yaitu Sandalwood Island. Sebutan ini dibawa turun-temurun dari zaman penjajahan Jepang dan Belanda hingga saat ini. Di awal kehidupannya, pohon cendana termasuk tumbuhan parasit. Kecambahnya memerlukan pohon inang untuk mendukung pertumbuhannya, karena perakarannya sendiri tidak sanggup mendukung kehidupannya. Karena hal inilah, maka pohon cendana sukar dikembangbiakkan atau dibudidayakan. Pohon cendana banyak dibudidayakan untuk diambil kayunya, karena kayunya menghasilkan bau yang harum. Kayunya digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aromaterapi ataupun campuran parfum. Kayu yang baik bisa menyimpan aromanya selama berabad-abad. Kayu cendana kini sangat langka dan harganya sangat mahal. Santalum album adalah jenis kayu cendana yang berasal dari daerah Mysoram, di India Selatan. Biasanya kayu cendana jenis ini dianggap sebagai yang paling bagus kualitasnya. Di Indonesia, kayu cendana dari Timor juga sangat dihargai. Kayu ini memiliki nama ilmiah Santalum spicatum, atau yang disebut juga sebagai kayu cendana jenggi. Kedua jenis kayu ini memiliki konsentrasi bahan kimia yang berbeda, dan oleh karena itu kadar harumnya pun berbeda. Di dalam Mazmur 45:9, cendana disebut sebagai salah satu jenis wewangian pada pakaian seseorang. Hal ini membuktikan bahwa sejak zaman Alkitab pun, kayu cendana yang harum sudah diolah menjadi parfum.

Oleh karena kualitasnya yang tinggi inilah maka Salomo menjadikan kayu cendana sebagai bahan dasar untuk membuat tangga di dalam Bait Suci. Kecapi dan gambus bagi para penyanyi juga dibuat dari cendana. Kayu cendana ini dikirim bagi Salomo bersama dengan batu permata yang mahal dari daerah yang bernama Ofir. Pengirimnya adalah seorang raja negeri Tirus yang bernama Hiram yang sangat akrab dengan Daud dan Salomo. Setiap bahan dasar yang dikerjakan untuk membangun Bait Suci bukanlah bahan-bahan yang murahan. Bahkan lapisan dinding dan lantainya pun terbuat dari emas. Ini membuktikan bahwa kayu cendana memang merupakan kayu yang sangat mahal dan berharga.

Di antara kayu-kayu yang ada, cendana dipilih secara khusus untuk menjadi bahan bangunan Bait Suci. Sadarkah kita bahwa sesungguhnya kita pun begitu spesial di mata Tuhan? Kita yang sudah menerima Yesus sebagai Juruselamat telah dikhususkan untuk memperoleh keselamatan. Kehidupan kekal yang indah telah menjadi bagian kita. Kelak kita pun akan dikumpulkan oleh Tuhan bersama orang-orang percaya lainnya di dalam Kerajaan Sorga. Karena itu, jangan pernah berpaling dari kepercayaan dan kasih kepada Yesus. Jika kita menolakNya, kita tidak akan pernah menjadi bagian di dalam Kerajaan Sorga!

================================================================

Pesimisme mengarah pada kelemahan. Optimisme mengarah pada kekuatan. – William James

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s