Seminggu Bersama Pohon-Pohon dalam Alkitab 2 – Hari 5 Hisop, Dipakai untuk Berbagai Fungsi

Keluaran 12:22; Imamat 14:1-7; 1 Tesalonika 5:17

Hisop adalah jenis tanaman herbal yang berasal dari daerah Siria, Eropa Selatan, Timur Tengah, dan daerah sekitar Laut Kaspia. Tanaman kecil ini memiliki tinggi rata-rata 60 cm, tetapi juga ada yang lebih dari itu. HIsop juga mempunyai kegunaan yang cukup beragam, antara lain sebagai antiseptik, pereda batuk, dan sebagai bumbu dengan aroma yang tajam. Aroma dari bumbu hisop ini berbau seperti jintan. Hisop juga digunakan sebagai salah satu komposisi obat tetes mata dan obat kumur. Selama musim panas, hisop memproduksi banyak bunga harum berwarna merah muda, biru atau yang paling jarang berwarna putih. Di dalam Alkitab, tanaman ini disebutkan beberapa kali. Yang pertama adalah ketika hisop dipakai untuk menyapukan darah anak domba di ambang atas dan kedua tiang pintu rumah orang Israel di Mesir. Hisop juga dipakai sebagai salah satu bahan yang diperlukan untuk mentahirkan seseorang dari penyakit kusta. Caranya adalah dengan mencelupkan hisop tersebut bersama seekor burung yang hidup, kayu aras, dan kain kirmizi ke dalam wadah berisi darah burung yang disembelih. Setelah itu, darah tersebut harus dipercikkan sebanyak tujuh kali kepada orang yang akan ditahirkan dari kusta.

Dilihat dari ayat yang tertulis di dalam Mazmur 51:9, nampaknya sejak dahulu hisop memang dipakai sebagai media untuk pentahiran. Ayat tersebut berbunyi seperti ini, “Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!” Tidak heran jika pada waktu itu hisop banyak ditemukan di dalam Bait Suci. Di Injil Yohanes, tanaman hisop dipakai oleh orang-orang di sekitar salib Yesus untuk menusukkan bunga karang yang sudah dicelupkan ke dalam anggur asam. Mereka hendak memberikan Yesus minum, karena pada waktu itu di atas kayu salib Yesus berseru, “Aku haus!” Hisop yang dipakai pastilah berukuran cukup panjang untuk bisa sampai ke mulut Yesus yang berada di atas kayu salib.

Sama seperti hisop yang dipakai dalam berbagai fungsi, demikian juga dengan doa yang dipakai untuk berbagai macam kebutuhan. Kita dapat berdoa ketika kita sedang mengalami tekanan dan kesedihan sehingga kita beroleh kekuatan. Kita dapat berdoa meminta pertolongan dan perlindungan Tuhan atas kehidupan keseharian kita. Kita dapat berdoa untuk memohon Tuhan mengampuni segala dosa kita dan memperbarui hati kita. Kita dapat berdoa agar Tuhan mengurapi kita sebelum melakukan pelayanan. Kita juga dapat berdoa agar Tuhan menjamah hati setiap orang yang kita kenal yang belum mengenal Yesus. Kita juga dapat menjadikan doa sebagai sarana untuk mengobrol dengan Tuhan, membicarakan segala keluh kesah kita. Dan terakhir, kita berdoa untuk meminta Tuhan mengabulkan permohonan kita. Jika doa memiliki kegunaan yang luar biasa seperti itu, kenapa kita masih malas untuk berdoa? Karenanya jangan pernah berhenti, tetaplah berdoa!

================================================================

Ancaman terbesar bagi keberhasilan hidup kita bukan berasal dari menggantungkan cita-cita setinggi langit hingga tak mampu mencapainya secara penuh; namun berasal dari pematokan cita-cita terlalu datar hingga mudah mencapainya. – Michelangelo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s