Hati-Hati Kalau Nge-tweet

Yesaya 50:4

Gara-gara nge-tweet, gelandang muda Liverpool, Jesus Fernandez Saez alias Suso, didenda 10.000 pounds atau kira-kira Rp. 150 juta. Federasi Sepak Bola Inggris tanggal 17 Desember 2012 yang lalu mengatakan, “Ia dinyatakan bersalah dengan tindakannya yang tidak benar dan berkomentar yang bersifat merendahkan nilai pertandingan yang diungkapkan melalui akun twitter, termasuk ekspresinya terhadap seseorang atau menyangkut orientasi seksual dan kekurangan atau cacat seseorang.” Twitter adalah sebuah situs web yang dimiliki dan sekaligus dioperasikan oleh Twitter Inc., yang menawarkan jejaring sosial berupa mikroblog sehingga memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan yang disebut kicauan atau tweets. Kicauan adalah teks tulisan hingga seratus empat puluh karakter yang ditampilkan pada halaman profil pengguna. Kicauan dapat dilihat secara bebas, namun pengirim dapat membatasi pengiriman pesan ke daftar teman-teman mereka saja. Pengguna dapat melihat kicauan penulis lain yang dikenal dengan sebutan pengikut atau follower. Mengirim pesan yang disebut dengan kicauan ini, di Indonesia lebih sering dikenal dengan istilah nge-tweet. Yang jadi masalah adalah, ada beberapa orang yang menyalahgunakan teknologi tersebut, sehingga kicauan yang dikeluarkan sering kali berupa hinaan kepada seseorang atau bentuk ekspresi lainnya yang menunjukkan ketidaksukaan kepada seseorang, seperti kisah striker muda asal Spanyol yang bernama Suso itu.

Manusia adalah mahkluk sosial yang sudah pasti akan menjalin relasi dengan orang lain. Dalam menjalin relasi dengan orang lain, pasti ada masanya di mana kita akan mengalami konflik kehidupan karena kesalahpahaman. Dan, sering kali ada yang mengungkapkan ketidaksukaannya pada jejaring sosial seperti twitter. Dalam ayat yang sudah kita baca, dikatakan bagaimana kita seharusnya menggunakan lidah kita untuk dapat memberi semangat. Ayat ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk dapat mengintrospeksi diri, karena seharusnya kehadiran kita mendatangkan damai sejahtera bagi orang lain bukan malah sebaliknya. Dalam setiap kata yang kita ucapkan, seharusnya berguna bagi diri kita dan juga orang lain, baik ucapan kita secara verbal ataupun ucapan kita dalam jejaring sosial yang sudah pasti dilihat oleh banyak orang. Itu semua kita lakukan untuk saling membangun satu dengan yang lainnya.

Perkataan kita dapat memberi semangat dan menjadi berkat bagi orang lain tergantung sumbernya. Sumbernya tentu adalah diri kita sendiri, sehingga kita harus mengisi diri kita dengan hal-hal yang positif, seperti membaca firman Tuhan dan membaca buku dengan kata-kata yang membangun. Apabila kita sudah terbiasa untuk memberi semangat kepada orang lain, maka waktu nge-tweet, kata-kata yang keluar adalah kata-kata yang membangun.

================================================================

Jangan bersikap seperti seekor kucing yang ingin mendapatkan seekor ikan tetapi takut membuat kakinya basah. – William Shakespeare

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s