Setelah 50 Tahun Akhirnya Kembali

Lukas 15:8-10

Siang itu pada tahun 1961, Donna Tressler bersama kawan-kawannya sedang mengikuti pertandingan softball di sekolahnya. Sebelum pertandingan dimulai, ia membuka cincin emas bermata rubi dari jarinya dan disimpan dalam saku. Pertandingan itu berlangsung dengan sangat seru. Setelah selesai bermain, Donna langsung pulang ke rumah. Saat itulah, ia tiba-tiba teringat sesuatu. Ia segera memeriksa baju olahraganya dan mencari cincin emas bermata rubi itu. Namun tidak ketemu, ia kembali ke lapangan karena yakin cincin tersebut jatuh di lapangan, tetapi tidak ada. Donna setiap hari menyusuri lapangan itu dari ujung ke ujung berharap akan menemukan cincin itu. Tanpa kenal lelah, Donna terus mencari selama dua puluh tahun. Hari-harinya dilalui dengan perasaan sedih, sebab cincin itu mempunyai nilai tersendiri dalam hidupnya. Cincin seperti itu juga dipakai oleh semua teman kelasnya, dan cincin itu yang akan selalu menyatukan mereka sekalipun mereka sudah berpisah satu dengan yang lainnya. Itu merupakan cincin yang sangat berharga bagi Donna. Namun, kini cincin itu telah hilang.

Kini, setelah 50 tahun sejak cincin itu hilang, tiba-tiba seorang penelepon yang tidak dikenal mengaku memiliki cincin berharga itu dan hendak mengembalikannya. Pria yang bernama Robert Nessem itu mengaku menemukan cincin itu di lapangan sekolahnya. Ia mencari tahu siapa pemilik cincin itu dari inisial DLT yang ada pada cincin itu. Setelah mencari tahu di buku tahunan sekolahnya, ternyata pemilik inisial tersebut adalah Donna. Namun sayang, nomor Donna yang tercantum di buku tahunan tidak dapat dihubungi. Tetapi, dengan cara yang tidak terduga, Robert bertemu dengan anak gadis Donna sehingga cincin itu akhirnya bisa kembali ke tangan Donna setelah 50 tahun, di mana saat itu usia Donna sudah ke 69 tahun. Donna begitu bahagia ketika cincin yang menyimpan nilai sejarah itu telah kembali lagi ke tangannya. Ia tidak menyangka dapat menemukan cincin itu lagi. Matanya begitu berbinar-binar saat melihat cincin emas itu.

Kisah ini mengingatkan kita pada perumpamaan tentang dirham yang hilang, di mana seorang wanita menyalakan pelitanya lalu mencari dirhamnya hingga ketemu. Setelah itu, ia mengundang sahabat dan tetangganya untuk bersukacita bersama dia. Bukan karena nilai dirham itu lebih tinggi daripada dirham lainnya yang membuat ia bersukacita, tetapi karena ia memandang dirham itu memiliki nilai yang sangat berharga. Demikian juga dengan kita di mata Bapa, kita sangat berharga di mataNya, sehingga Ia akan mencari setiap anak-anakNya yang terhilang. Ia tidak tinggal diam dan membiarkan kita menghilang selamanya dari hadapanNya. Tetapi Ia, melalui Tuhan Yesus, datang ke dunia mencari dan menyelamatkan yang terhilang. Marilah kita turut serta mengambil bagian dalam pekerjaan Bapa untuk mencari saudara-saudara kita yang terhilang.

================================================================

Seorang ahli adalah seseorang yang telah berhasil membuat keputusan dan penilaian sederhana dengan mengetahui apa yang harus diperhatikan dan apa yang harus diabaikan. – Edward de Bono

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s