Pahlawan yang Terlupakan

Kolose 3:23

Tan Malaka adalah pejuang yang berjasa besar bagi kemerdekaan Indonesia. Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam pembuangan, baik di dalam maupun di luar negeri. Di sana ia terus bergerak membangun aliansi serta memperkenalkan gagasan membentuk negara Indonesia di panggung dunia. Namanya sempat menghilang dari teks sejarah selama beberapa dekade karena alasan politis.

Jasanya besar, ia mendirikan kursus dan sekolah untuk rakyat. Ia juga memimpin gerakan buruh melawan ketidakadilan. Sungguh ironis, akhir hidup Tan Malaka harus berakhir di ujung senjata bangsanya sendiri. Tahun 1949 ia ditembak lalu jasadnya dihanyutkan ke sungai. Meski tahun 1963 pemerintah mengangkat dirinya sebagai Pahlawan Nasional, namun namanya cemar karena tuduhan terlibat pemberontakan komunis. Padahal gagasan Republik Indonesia merupakan sumbangsih paling otentik dari Tan Malaka yang hingga kini diadopsi menjadi sistem pemerintahan nasional. Oleh banyak kalangan, Tan Malaka kerap disebut sebagai pahlawan yang terlupakan.

Pahlawan atau pengkhianat adalah masalah persepsi. Kata “history” sering disingkat “his story”. Artinya, menyusun sejarah merupakan wewenang dari orang yang sedang berkuasa. Tidaklah mengherankan apabila ada tokoh yang dahulu dicitrakan negatif, namun kini namanya sudah dipulihkan. Demikian sebaliknya, ada juga tokoh yang dahulu namanya “harum” namun seiring perjalanan waktu, akhirnya terbuka sisi aslinya yang ternyata negatif. Waktulah yang akan membuktikan kebenaran sebuah peristiwa atau perbuatan.

Hidup di zaman pragmatis seperti sekarang, agak susah mencari orang yang mau berbuat sesuatu dengan motivasi tulus. Ada lembaga yang baru bersedia melakukan bakti sosial apabila ada wartawan yang meliput. Demikian juga dengan sejumlah tokoh yang menyebut dirinya dermawan, baru bersemangat melakukan derma apabila namanya terpampang di media. Padahal firman Tuhan di Kol 3:23 berkata bahwa apa yang kita lakukan seharusnya seperti untuk Tuhan. Kemurnian sebuah motivasi sirna seketika, apabila sebuah kebaikan dilakukan dengan maksud tersembunyi. Jadilah pahlawan bagi orang-orang di sekitar kita.

Pahlawan sejati adalah mereka yang setia melakukan perbuatan baik sepanjang waktu, entah ada yang mengapresiasi ataupun tidak. Baginya, orang lain jauh lebih utama daripada diri sendiri. Ia rela mengorbankan rasa nyamanya, asalkan orang lain bisa berbahagia. Tukang sapu jalan, pembersih taman, dan koster gereja adalah contoh kecil pahlawan yang terlupakan. Mereka sudah terjaga, di saat kita masih terlelap dalam tidur. Saat ada pelaksanaan sebuah event mereka sudah bersiap di posisinya, jauh sebelum acara dimulai. Di balik rasa nyaman yang kita terima, ada orang-orang yang bekerja keras di belakang layar. Hargai mereka, meski dengan cara yang paling sederhana sekalipun.

================================================================

Kegelapan tidak dapat mengusir kegelapan. Hanya terang yang dapat melakukan itu. Kebencian tidak bisa mengusir kebencian. Hanya cinta yang dapat melakukan itu. – Martin Luther King, Jr.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s