Pikullah Salibmu

Matius 16:24; 1 Korintus 10:13

James Agee, seorang penulis Amerika yang terkenal, menceritakan bagaimana ia suatu kali bercakap-cakap dengan seorang wanita tua yang miskin di tengah-tengah daerah Appalachia selama masa Depresi Besar di Amerika Serikat. Wanita tua tersebut tinggal dalam sebuah gubuk kecil dengan lantai tanah, tidak ada pemanas, dan tidak ada saluran air di dalam rumahnya. Lalu Agee bertanya kepada wanita miskin tersebut, “Apa yang akan Anda lakukan jika seseorang datang dan memberi Anda uang untuk menolong Anda?” Wanita tua itu berpikir sesaat dan kemudian menjawab, “Saya rasa saya akan memberikannya kepada orang miskin.”

Salib adalah lambang penderitaan, terutama penderitaan yang kita alami sebagai pengikut Kristus. Bentuk salib tersebut berbeda-beda bagi setiap orang. Ada orang yang salibnya di bidang ekonomi, rumah tangga, pelayanan, penyakit dan masalah-masalah lainnya. Dan, banyak orang Kristen yang mengeluh karena salib yang mereka pikul. Mereka mengeluh karena mereka mengira bahwa salib tersebut terlalu berat bagi mereka dan merasa bahwa mereka adalah “orang paling menderita di dunia”. Padahal jika dibandingkan dengan salib orang lain, salib mereka tersebut justru yang lebih ringan. Artinya, dalam menghadapi persoalan hidup, banyak orang Kristen yang merasa bahwa persoalan hidup mereka sudah sangat berat, lebih berat dari persoalan semua orang yang ada di dunia ini. Padahal sebenarnya tidak demikian. Jika mereka melihat kehidupan orang lain, tidak hanya terfokus pada masalah yang mereka hadapi, maka mereka akan sadar bahwa sesungguhnya masih banyak orang lain yang mempunyai masalah yang lebih berat dari masalah mereka. Dan mereka akan bisa lebih peduli dengan masalah orang lain serta dapat mensyukuri hidup mereka. Seperti wanita tua dalam kisah di atas. Dia tidak punya apa-apa di dalam hidupnya, namun ia tidak merasa bahwa ia adalah orang paling miskin di dunia. Itulah sebabnya, ketika ada orang yang akan memberikan uang kepadanya, ia akan memberikannya kembali kepada orang lain.

Kita harus tahu bahwa Tuhan tidak pernah memberi kita pencobaan yang melampaui kekuatan kita. Sama seperti orang tua yang tidak akan memberikan kepada anaknya beban yang tidak bisa dipikulnya. Jadi Tuhan tidak akan mungkin memberi kita salib yang tidak bisa kita pikul. Jika salib kita terlihat lebih berat dari salib orang lain, maka itu karena Tuhan tahu bahwa kita lebih kuat dari orang lain. Ia tahu bahwa kita sanggup memikul salib kita.

Sebagai pengikut Kristus, sudah seharusnya kita tidak banyak mengeluh dalam memikul salib kita. Hendaknya setiap kita memikul salib kita masing-masing dengan setia, sebagaimana Kristus memikul SalibNya dengan setia, demi pengampunan dosa-dosa kita. Percayalah, Bapa sorgawi kita setia, Ia akan selalu menyertai kita anak-anakNya dan memberi kita kekuatan dalam memikul salib kita.

================================================================

Hambatan tidak harus menghentikan Anda. Jika Anda berhadapan dengan dinding, jangan berbalik dan menyerah. Carilah cara untuk mendaki dinding itu, melewatinya, atau bekerja di sekitar itu. – Michael Jordan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s