Seminggu Bersama Orang Majus – Hari 1 Orang Bijak dari Timur

Matius 2:1

Sampai sekarang, pembicaraan mengenai siapa orang-orang majus itu tetap masih misteri, sekalipun ada yang berani menafsirkan secara jelas siapa mereka. Tradisi kuno menyebutkan bahwa orang majus itu berjumlah tiga orang. Nama mereka adalah Caspar, Melchior dan Balthasar. Diperkirakan bahwa mereka datang dengan membawa rombongan besar pelayan dan unta. Akan tetapi, tidak ada data mutlak yang menegaskan secara pasti siapa mereka sebenarnya.

Kata “majus” diterjemahkan dari kata Yunani magos, yang secara umum di dalam bahasa Inggris berarti magician. Alkitab The New International Version menerjemahkan dengan kata magi, sedangkan Alkitab King James Version menerjemahkan dengan kata wise men. Kata magician sendiri sering diartikan secara negatif, yaitu orang yang melakukan aktivitas yang berkaitan dengan magic atau sihir, padahal awalnya tidak demikian. Menurut Barnes, magician bisa berarti seorang ahli filsafat. Bisa juga berarti seorang ahli perbintangan. Bahkan, bisa berarti seorang rohaniwan. Dilihat dari apa yang mereka lakukan kemudian, baik kepada Yesus maupun kepada Herodes, bisa kita katakan bahwa orang-orang majus tergolong orang-orang bijak. Mereka bijak dalam arti mumpuni secara intelektual. Tidak perlu diragukan lagi, kemampuan mereka membaca bintang membuktikan kualitas intelek mereka. Juga, bijak dalam arti tepat di dalam berkata dan bertindak. Apa yang seharusnya mereka katakan dan lakukan kepada Yesus dan Herodes sudah mereka lakukan. Matius menyebutkan bahwa mereka berasal dari Timur. Ada yang menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan “Timur” adalah Kasdim. Namun, berdasarkan pengertian dari Yer 1:14; 6:22, Kasdim bukan terletak di timur, tetapi di utara Israel. Ada juga yang menafsirkan daerah itu adalah Sheba dan Seba, sebuah wilayah di Arab. Tetapi, berdasarkan pengertian dari Mat 12:42, Sheba dan Seba terletak di selatan Israel. Penafsiran yang lebih banyak dipegang para ahli Alkitab adalah Persia. Alasannya, orang-orang dari Timur yang tekun belajar masalah perbintangan, keagamaan, dan obat-obatan adalah orang Persia. Sebenarnya mereka mempunyai kedudukan yang cukup tinggi. Mereka biasa bertindak sebagai konselor, bahkan memberi saran di dalam peperangan. Dengan demikian orang-orang majus telah memberikan teladan bagi kita dalam hal menggunakan keahlian yang mereka miliki untuk mencari Sang Raja.

Setiap kita diberi keahlian secara khusus oleh Tuhan. Kita bukan lagi mau mencari Sang Raja karena kita sudah menemukanNya, tetapi kita mau semakin mengenal Dia dan kehendakNya. Asal kita menggunakan keahlian semata-mata untuk kemuliaan namaNya, maka Roh Kudus akan membuka mata hati kita untuk lebih mengenal Tuhan dan mengetahui kehendakNya. Sebaliknya, keinginan untuk memuaskan diri sendiri hanya akan menghalangi kita untuk semakin mengenal Dia dan kehendakNya.

================================================================

Tidak masuk akal untuk khawatir tentang hal-hal yang tidak dapat Anda kontrol, karena tidak ada yang dapat Anda lakukan atas mereka, dan mengapa Anda khawatir tentang hal-hal yang dapat dikontrol? – Wayne Dyer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s