Seminggu Bersama Orang Majus – Hari 5 Pemilik Sukacita Sejati

Matius 2:10

Ada banyak bagian firman Tuhan di dalam PB yang berbicara tentang sukacita. Salah satunya adalah sukacita yang terjadi di seputar kisah Yesus semasa kecilNya. Ketika Yesus lahir, maka para gembala begitu bersukacita setelah melihat Dia, karena apa yang mereka lihat sesuai dengan apa yang dikatakan oleh malaikat. Ketika Yesus bertumbuh menjadi anak-anak, yang umurnya sekitar dua tahun, giliran orang-orang majus yang menunjukkan sukacita mereka. Ada dua hal yang menarik untuk diperhatikan tentang sukacita orang-orang majus tersebut:

Orang-orang majus bersukacita karena mereka sudah sampai tujuan. Tujuan orang-orang majus adalah menemui Sang Raja, seperti tersirat di dalam pertanyaan mereka, “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintangNya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” Perjalanan yang mereka tempuh adalah perjalanan yang berat. Persia ke Betlehem harus melewati padang gurun yang tandus. Tidak dijelaskan dengan apa mereka mengadakan perjalanan panjang itu. Sebagian besar ahli Alkitab menafsirkan bahwa mereka naik unta karena mereka adalah orang-orang kaya. Mereka mengadakan perjalanan sesuai dengan petunjuk yang Tuhan berikan, yaitu bintang yang istimewa itu. Bintang itu pun berhenti di atas tempat di mana Sang Raja berada, seakan dia berkata, “Aku sudah selesai menuntun kalian. Inilah tempat yang kalian tuju dan di dalam rumah itulah Sang Raja berada.” Maka, seketika itu juga orang-orang majus bersukacita. Perjalanan panjang dan melelahkan diganti dengan sukacita. Mereka bisa bertemu Sang Raja!

Sukacita orang-orang majus adalah sukacita yang sangat besar. Alkitab Bahasa Indonesia Terjemahan Baru hanya mengatakan “sangat bersukacitalah mereka”. Alkitab King James Version menerjemahkan dengan lebih lengkap sesuai dengan bahasa Yunaninya, they rejoiced with exceeding great joy atau mereka bersukacita dengan sukacita yang sangat besar. Sudah jelas bahwa sukacita ini bukan sukacita biasa. Jauh lebih besar dibandingkan sukacita karena mendapatkan pasangan hidup atau mendapatkan anak. Sukacita orang-orang majus ini bisa disepadankan dengan sukacita Simeon, yang dalam pujiannya dia berkata, “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hambaMu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firmanMu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari padaMu.” Inilah sukacita sejati yang dirasakan oleh orang-orang majus!

Sebagai orang percaya, seharusnya kita menjadi orang yang sangat bersukacita, sebab kita bukan saja membaca tentang keselamatan oleh Sang Raja itu melalui Alkitab, tetapi kita merasakan atau menerima keselamatan itu sendiri. Jangan biarkan sukacita itu hilang karena beratnya kehidupan kita. Di sisi lain, mari kita juga bersukacita ketika ada orang yang memutuskan untuk percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.

================================================================

Waktu adalah koin hidup Anda. Ini adalah satu-satunya uang yang Anda miliki, dan hanya Anda yang dapat menentukan bagaimana akan dibelanjakan. Hati-hati jangan sampai Anda membiarkan orang lain menghabiskannya. – Carl Sandburg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s