Sang Pelari

1 Korintus 9:24-25; 2 Timotius 2:5

Seorang penggemar klub sepak bola Arsenal yang berasal dari Vietnam, melakukan sesuatu yang berhasil membuatnya menjadi pusat perhatian orang banyak. Vu Xuan Tien, pemuda berusia 20 tahun itu menjadi perbincangan banyak orang, karena apa yang telah ia lakukan. Apakah alasannya dmei mendapat perhatian dari bintang kegemarannya ataukah memang hanya sekadar ambisi dari seorang fans, atau memang karena dia ingin mencari sensasi saja, tidak ada yang tahu. Bahkan orang banyak sampai memberi dia julukan “sang pelari”. Ia berlari sejauh 8 kilometer untuk mengejar bus yang berisi para pemain tim sepak bola Arsenal, ketika tim tersebut berada di Vietnam dan sedang menikmati perjalanan mereka ke sebuah kota, yaitu di Hanoi. Melalui sebuah video yang diunggah dalam situs resmi Arsenal, terlihat Tien sedang berlari kegirangan mengejar bus rombongan tim sepak bola Arsenal tersebut. Kejadian tersebut juga disaksikan oleh para rombongan di dalam bus tersebut. Dan mereka yang di dalam pun mulai tertarik dengan semangat Tien, sehingga mereka semua menyorakinya untuk menambah semangat kepada Tien. Bahkan di antara mereka mengusulkan supaya Tien diberi kesempatan untuk masuk atau naik ke dalam bus tersebut sekaligus memberikan dia kesempatan untuk bertemu langsung dengan tim favoritnya. Usaha Tien tersebut mendatangkan hasil yang sangat memuaskan bagi dia secara pribadi. Tien dapat bertemu langsung dengan tim favoritnya, dan dapat menikmati kebersamaan dengan mereka sambil bersenda gurau.

Pengalaman Tien mengingatkan kita kepada iman kita di dalam Tuhan yang dapat diibaratkan seperti seorang atlet lari. Seorang atlet lari akan terus berjuang semaksimal mungkin, sampai mengeluarkan seluruh tenaganya untuk mencapai tujuannya, yaitu garis finis. Kita sebagai orang percaya juga selayaknya begitu, dalam kehidupan di dunia ini, kita harus berjuang dalam iman, agar kita mencapai garis finis, dan garis finis itu adalah mahkota kehidupan kekal di Sorga. Di dalam 2 Tim 2:5 dikatakan, “Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.” Perumpamaan tersebut sangat jelas menekankan bahwa sebagai seorang olahragawan ada beberapa ketentuan yang harus dilakukan. Dan, ketentuan itu bukan hanya dalam pertandingan saja, namun sebelum memasuki pertandingan juga memiliki ketentuan. Misalnya, ada waktu untuk latihan sebelum mengikuti pertandingan. Latihan tersebut harus dilakukan dengan taat dan disiplin. Jika dihubungkan dalam iman kekristenan kita, yaitu dalam kehidupan ini kita harus memiliki kesetiaan, salah satunya setia untuk terus memahami firman Tuhan serta ketaatan dalam melakukannya. Ketaatan kita akan mempersiapkan kita masuk ke dalam arena pertandingan hidup di dunia ini. Tetaplah taat dan setia dalam perjuangan iman kita sampai mendapatkan mahkota kehidupan di Sorga.

================================================================

Cara terbaik mengisi kehidupan adalah dengan melakukan sesuatu yang bertahan lebih lama dari hidup kita sendiri. – Anonim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s