Dalam Kristus Ada Pertobatan

1 Korintus 6:9-10; Roma 5:8; 6:13-14

Sebelumnya, sudah ada beberapa negara yang telah mengesahkan pernikahan sejenis. Akan tetapi, keberadaan kaum homoseksual ketika itu tidak terlalu tampak, meski diketahui keberadaannya. Berbeda dengan saat ini, ketika Mahkamah Agung Amerika Serikat mengesahkan pernikahan sejenis, label tabu dalam hubungan sejenis mulai terkikis atau mungkin juga lenyap di beberapa negara. Pasangan kekasih sejenis yang selama ini menjalani hubungan tanpa status, kini mengesahkan ikatan cinta mereka. Puluhan pasangan di California bergegas meresmikan hubungan mereka. Bahkan, ada beberapa negara yang ingin juga melegalkan pernikahan sejenis.

Ironi sekali melihat keadaan yang terjadi pada dunia saat ini. Tidak dapat dimungkiri hal demikian memang akan terjadi, sebagaimana yang telah tertulis dalam Alkitab bahwa keadaan manusia di akhir zaman akan lebih menuruti hawa nafsunya daripada menuruti Tuhan. Sehingga, segala sesuatu yang tidak wajar akan dijadikan wajar dan sesuatu yang tidak benar akan dibenarkan, hanya demi memuaskan hawa nafsu. Demikian halnya yang terjadi di Grand Rapids, Michigan. Ada sebuah organisasi Kristen ekumenis, organisasi ini dikenal dengan sebutan Gays in Faith Together (GIFT). Beranggotakan kaum gay, lesbian, biseksual, dan transgender. Kelompok ini beranggapan bahwa kasih Bapa dalam Kristus telah meluas tanpa memandang orientasi seksual atau identitas gender. Kelompok ini memproklamirkan bahwa seseorang dapat menjadi Kristen dan homoseksual sekaligus. Sedangkan, visinya sendiri untuk menjadi sebuah mercusuar harapan yang mengungkapkan kasih Tuhan bagi semua orang tanpa memandang orientasi seksual atau identitas gender.

Pandangan tersebut jelas keliru. Tuhan memang tidak pernah membatasi kasihNya. Ia mengasihi semua orang terutama orang berdosa, karena untuk itulah Ia datang. Tetapi, bukan berarti Ia setuju akan dosa. Penyimpangan seksual jelas adalah dosa dan pelakunya tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Sorga, sebagaimana dikatakan oleh Rasul Paulus dalam 1 Kor 6:9. Jika seseorang mengatakan bahwa dirinya adalah pengikut Kristus, tetapi masih diperbudak oleh dosa, ini adalah kemustahilan rohani. Sebab, pengikut Kristus yang sesungguhnya mengetaui apa yang menjadi kehendak Bapa dan pasti akan melakukannya.

Jadilah pengikut Kristus ynag baik. Permuliakanlah Tuhan dengan tubuh kita, sebab kita telah dibeli dengan darahNya yang mahal. Mungkin saat ini kita rendah diri dan terbebani oleh kesalahan yang kita lakukan, membuat kita bertanya, “Dapatkah saya berubah? Dapatkah saya diampuni dari kesalahan yang saya perbuat?” Jawabannya adalah: Ya! Semua ini hanya dapat diperoleh melalui pertobatan. Di dalam pertobatan yang benar tidak ada lagi kebiasaan buruk, kecanduan, pemberontakan, keterikatan, dan pelanggaran.

================================================================

Tuhan memberi kita mulut yang dapat ditutup dan telinga yang selalu terbuka, hal ini seharusnya mengajarkan kita sesuatu. – Anonim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s