Saatnya Mengandalkan Tuhan

Yohanes 5:1-7; Yeremia 17:5,7

Manusia dikenal sebagai makhluk sosial karena kita tidak akan dapat bertahan hidup tanpa bantuan dari orang lain. Manusia selalu saling membutuhkan satu dengan yang lainnya, sebab ini adalah natur kita sebagai manusia. Namun, bukan berarti dalam segala aspek hidup, kita harus mengandalkan orang lain sepenuhnya, sebab manusia memiliki keterbatasan. Jika hidup kita terlampau mengandalkan orang lain, maka secara tidak langsung kita ragu akan kemampuan diri sendiri, terlebih lagi kemampuan Tuhan. Akibatnya, rohani kita akan mati, jiwa kita merasakan ketidaknyamanan karena diliputi dengan kekecewaan, kekhawatiran, amarah, dsb. Yang pada akhirnya akan berdampak pada kesehatan tubuh kita.

Hal inilah yang dilakukan oleh orang lumpuh di kolam Betesda. Kisah ini berawal ketika Yesus melihat orang lumpuh tersebut sedang berbaring di dekat kolam itu, menunggu malaikat Tuhan yang sewaktu-waktu akan turun ke kolam itu dan mengguncangkan air yang ada di dalamnya. Sebab, barangsiapa yang lebih dulu masuk ke dalam kolam itu akan menjadi sembuh. Yesus mengetahui bahwa orang lumpuh itu telah lama berada dalam keadaan demikian. Untuk itu, Ia menawarkan kesembuhan kepada orang lumpuh tersebut, dengan bertanya, “Maukah engkau sembuh?” Tetapi, nampaknya orang itu tidak menduga akan penawaran kesembuhan yang diberikan kepadanya, karena ia masih berfokus pada masalahnya. Orang lumpuh itu menjawab, “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” Seharusnya orang lumpuh itu hanya perlu menjawab, “Ya”. Tetapi, orang lumpuh itu seolah-olah menyalahkan orang lain atas kondisi yang ia alami.

Terkadang kita pun sama seperti orang lumpuh tersebut. Ketika kita terlampau mengandalkan orang lain, kita sudah menjadikan diri tidak berdaya, menjadikan hati kecewa dan tidak jarang mempersalahkan orang lain atas keadaan yang kita alami. Terlebih daripada itu, kita tidak dapat melihat pertolongan yang Tuhan tawarkan kepada kita.

Manusia memang memiliki kelemahan dan keterbatasan. Untuk itu, kita memerlukan satu pribadi yang kuat, yang dapat kita andalkan. Dalam hal ini hanya ada satu pribadi, yaitu Tuhan Yesus Kristus yang adalah sumber kekuatan dan pengharapan kita. Sebagai orang percaya, sudah seharusnya kita mengandalkan Tuhan dalam segala aspek kehidupan kita. Sebab firmanNya jelas mengatakan bahwa terkutuklah orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya sendiri. Akan tetapi, diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan dan menaruh harapannya pada Tuhan. Jika dahulu kita tidak mengandalkan Tuhan, sekarang sudah saatnya untuk mengandalkan Tuhan. Jika dahulu kita tidak mengandalkan Tuhan, sekarang sudah saatnya mengandalkan Tuhan. Nantikanlah perkara ajaib yang akan Ia kerjakan.

================================================================

Segala sesuatu baik pada akhirnya. Jika tidak baik, berarti hal itu belum berakhir. – Anonim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s