Percaya Diri Melayani Tuhan

Markus 11:2-7; 1 Samuel 16:7; 2 Korintus 12:9

Ternyata di dalam melayani Tuhan dibutuhkan juga rasa percaya diri. Namun, sangat disayangkan karena tidak semua orang Kristen memilikinya. Beberapa kali saya berjumpa dengan orang Kristen yang demikian. Ketika meminta mereka untuk melayani, jawaban mereka selalu, “Nanti dulu, saya belum siap. Saya tidak bisa karena tidak berpengalaman. Nanti kalau saya sudah punya banyak uang, baru saya akan melayani Tuhan,” dan masih banyak alasan lainnya. Apakah pemikiran tersebut benar demikian?

Hari ini saya tertarik untuk membahas tindakan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus ketika Ia dielu-elukan di Yerusalem. Jika membaca kisah ini, mungkin ada beberapa pembaca Alkitab yang bertanya-tanya, mengapa Tuhan Yesus lebih memilih keledai untuk ditunggangi, bukannya kuda atau unta yang lebih kuat daripada keledai? Pertanyaan ini pastinya muncul karena bagi sebagian besar orang, keledai dianggap sebagai hewan yang lemah dan biasa-biasa saja. Tidak sama seperti kuda yang nampak kuat, gagah, dan perkasa. Akan tetapi, hal ini dilakukanNya bukan tanpa sebab. Alasan dari tindakan Tuhan Yesus tersebut, selain karena Ia ingin menggenapi nubuatan Nabi Zakharia, Ia pun ingin menyatakan bahwa diriNya menyukai kesederhanaan. Nampaknya kesederhanaan sedari semula memang sudah menjadi bagian dari diriNya. Ketika Ia lahir, Ia tidak memilih tempat yang mewah dan nyaman, tetapi tempat yang sangat sederhana. Ia pun tidak memilih orang tua yang kaya raya, sebaliknya hanya seorang tukang kayu. Ketika melayani dari kota ke kota, Ia tidak mengendarai apa pun, tetapi lebih memilih untuk berjalan kaki. Ketika memilih murid-muridNya pun, Ia tidak memilih orang-orang terpandang, kaya raya, ataupun orang-orang suci. Sebaliknya, Ia lebih memilih orang-orang berdosa, miskin, yang tidak dianggap oleh dunia. Perlu diketahui bahwa Tuhan lebih memilih orang biasa untuk dijadikan luar biasa, agar kemuliaanNya dapat lebih dinyatakan kepada semua orang. Ketika melawan bangsa Filistin, Tuhan tidak memakai seseorang yang ahli dalam peperangan, justru Ia memilih seorang anak yang masih sangat muda dan tidak berpengalaman, yaitu Daud. Ketika mengeluarkan bangsa Israel dari Mesir, Ia tidak memakai seseorang yang pandai berbicara. Sebaliknya, Ia memakai seseorang yang berat lidah seperti Musa. Ia pun memakai Paulus yang dahulu adalah seorang penghujat, penganiaya, dan seorang yang ganas, untuk menjadi pewarta firman.

Jika saat ini Anda ragu untuk melayani Tuhan karena keterbatasan fisik Anda atau Anda merasa tidak memiliki cukup banyak uang, tidak cukup pintar, tidak fasih dalam berkata-kata, memiliki masa lalu yang kelam, dll. Ingat, sebelum Anda, sudah banyak ‘orang biasa’ yang telah Tuhan pakai di dalam pekerjaan tanganNya. Tuhan mampu mengubahkan kekurangan Anda menjadi kemuliaanNya, yang terpenting adalah Anda bersedia dipakai oleh Tuhan!

================================================================

Anda tidak pernah terlalu tua untuk membuat satu tujuan yang lain atau memimpikan suatu impian yang baru. – C.S. Lewis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s