Berbaur Tanpa Terpengaruh

Roma 12:2

Aku baru saja selesai membersihkan ikan tongkol dan mengambil garam untuk melumuri ikan itu sebelum digoreng. Tiba-tiba adikku yang sejak tadi memerhatikan aku membersihkan ikan itu berkata, “Kak, ikannya hidup di laut, tetapi saat digoreng masih juga dilumuri garam. Benar-benar aneh, kok dagingnya tidak asin ya, Kak?” Awalnya aku anggap perkataannya biasa saja, tetapi setelah kupikir-pikir, ada benarnya juga. Kadar garam dalam laut itu cukup tinggi, harusnya daging ikannya menjadi asin. Ternyata pada insang ikan terdapat sel ioncytes yang berfungsi untuk memompa garam keluar dari tubuh ikan, sehingga daging ikan tidak asin sekalipun ia hidup di dalam laut.

Tidak dapat dimungkiri bahwa lingkungan hidup sangat memengaruhi karakter seseorang. Seseorang yang hidup di dalam lingkungan yang keras, akan terbentuk menjadi sosok yang keras. Bahkan, tidak sedikit orang yang terjebak di dalam kehidupan gelap karena hidup di dalam lingkungan yang seperti itu. Begitu mudah seseorang terpengaruh oleh suatu keadaan yang buruk, sekalipun ada beberapa orang yang masih dapat mempertahankan dirinya. Berbaur dan membiarkan diri terpengaruh oleh sesuatu itu tidak salah apabila hal tersebut adalah pengaruh positif. Namun, berapa banyak dari 10 orang yang dapat mempertahankan dirinya ketika berhadapan dengan lingkungan yang buruk? Seperti yang kita saksikan saat ini, begitu banyak pemberitaan melalui media tentang kelakuan anak-anak muda yang tidak benar. Namun, ketika keluarga mereka ditemui, orang tuanya bahkan menjelaskan bahwa anaknya adalah sosok anak yang baik dan berhati lembut di rumah. Tidak dapat disangkal lagi bahwa perubahan sikap tersebut adalah oleh pengaruh buruk dari lingkungan di mana mereka bergaul.

Kita diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk sosial. Itu sebabnya kita harus bergaul dengan siapa saja dan bila berada di dalam lingkungan yang baru, kita juga harus bisa beradaptasi. Kita juga harus menyesuaikan diri dengan cara hidup orang di lingkungan tersebut. Dengan demikian kita dapat diterima dan disukai oleh orang-orang di lingkungan tersebut. Jika lingkungan itu adalah kumpulan orang-orang yang baik, maka tidak ada masalahnya. Tetapi, jika kita berada di tempat dan situasi yang orang-orangnya berperilaku tidak baik, apakah kita harus menyesuaikan diri dan mengikuti mereka? Kita tidak perlu mengikuti gaya hidup dunia. Sebagaimana ikan yang memiliki sel ioncytes, seharusnya kita pun memiliki “sel ioncytes” untuk memompa keluar semua pengaruh buruk dari dunia ini. Sel ioncytes itu adalah firman Tuhan yang setiap hari kita baca. Firman Tuhan mengajarkan kita bagaimana hidup benar. Sehingga, sekalipun kita berada di lingkungan yang pergaulannya tidak benar, kita tidak akan terpengaruh. Biarkan firman Tuhan hidup di dalam hati kita dan menghalangi hal-hal buruk memengaruhi kita.

================================================================

Seorang profesional adalah seseorang yang dapat melakukan pekerjaan yang terbaik ketika ia tidak merasa seperti itu. – Alistair Cooke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s