Jangan Jadi Si Tukang Tidur

Kisah Para Rasul 20:7-12; Ibrani 12:5

Apakah Anda pernah mendengar mengenai seorang tokoh Alkitab yang bernama Eutikhus? Tokoh ini adalah seorang muda yang tertidur sewaktu mendengarkan Paulus berbicara. Tidak ada yang unik pada pemuda ini kecuali tragedi yang dialaminya ketika ia sedang tertidur. Pada waktu itu Eutikhus sedang duduk di jendela lantai ketiga dari sebuah rumah. Dan karena tidak dapat menahan kantuknya mendengarkan Paulus berbicara, ia pun tertidur dan terjatuh ke halaman bawah. Karena Eutikhus terjatuh dari ketinggian seperti itu, ia pun meninggal di tempat. Melihat hal itu, Paulus langsung bereaksi cepat dan turun ke lantai bawah rumah untuk menghampiri Eutikhus. Namun ternyata Eutikhus memang telah kehilangan nyawanya. Kemudian yang dilakukan Paulus setelah itu sungguh tidak terduga. Ia merebahkan dirinya di atas tubuh Eutikhus dan mendekapnya erat. Dia berkata kepada semua yang melihat kejadian itu bahwa Eutikhus masih hidup. Dan sungguh ajaib, Eutikhus memang bangkit kembali seperti tidak terjadi apa-apa pada dirinya sebelumnya.

Ada beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan Eutikhus tertidur lelap. Mungkin pemuda ini banyak beraktivitas dari pagi sampai malam hari, sehingga rasa lelah dan kantuknya tidak dapat ditahan lagi. Sebab dikatakan bahwa Paulus berbicara sampai tengah malam. Kemungkinan lainnya adalah Eutikhus tidak tertarik dan bosan dengan segala yang diucapkan Paulus, sehingga dia malas menyimak dan menyebabkan dirinya menjadi mengantuk. Namun apa pun alasannya, tindakan tertidur sewaktu mendengarkan orang berbicara adalah salah, apalagi jika yang dibicarakan adalah firman Tuhan.

Kejadian yang dialami Eutikhus mungkin memiliki sisi lucu. Tetapi sadar atau tidak, masalah seperti ini juga sering kali terjadi kepada anak-anak Tuhan yang sedang mendengarkan khotbah di gereja. Mungkin kita hanya menganggap masalah ini sepele saja, namun sesungguhnya sangatlah penting untuk diperhatikan. Jangan biarkan diri kita tertidur sewaktu pemberitaan firman Tuhan sedang berjalan. Sebab itulah yang Iblis mau, yaitu kita menganggap sepele firman yang diberitakan oleh pengkhotbah di gereja. Kita harus bisa mengantisipasi diri sendiri untuk tidak tertidur. Jikalau kita harus pergi ke gereja di pagi hari, maka malam harinya janganlah tidur sampai lewat dari jam sepuluh. Namun, jika kita ke gereja di siang atau malam hari, seharusnya tidak ada alasan untuk mengantuk. Yang juga lebih sering terjadi adalah tertidur oleh karena bosan mendengarkan pemberitaan firman yang menurut kita terlalu lama dan tidak menarik. Lihatlah apa yang dikatana oleh penulis Ibrani, “Janganlah anggap enteng didikan Tuhan.” Seperti apa pun pengkhotbahnya dan caranya menyampaikan firman, pandanglah firman Tuhannya saja. Jangan lagi terbuai oleh rasa kantuk!

================================================================

Kadang-kadang Anda harus keras untuk membuat sesuatu menjadi baik. – Peribahasa Inggris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s