Tak Hanya Manis

Ester 2:8-9; 15-18

Garcinia mangosta adalah sejenis pohon hijau yang tumbuh di daerah beriklim subtropis. Buahnya disebut manggis. Jika buah durian disebut sebagai “king of fruits“, maka buah yang berwarna merah keunguan ini dikenal dengan sebutan “ratu buah”. Mengapa manggis disebut ratu buah? Buah yang manis ini disebut ratu buah karena mengandung antiinflamasi dan kadar antioksidan yang tinggi bernama “xanthone”. Bahkan manggis memiliki lebih dari 40 jenis xanthone. Kandungan xanthone ini paling banyak ditemukan pada kulit manggis yang keras. Selain memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, manggis juga menyimpan berbagai nutrisi lainnya, seperti serat, potasium, kalsium, vitamin B1, B2, B6, C, dan zat besi, dsb. Jika dikonsumsi secara teratur, kandungan dalam buah manggis ini ternyata dapat membantu mengatasi berbagai kendala kesehatan. Bua manggis juga merupakan satu-satunya buah yang tidak pernah busuk walaupun didiamkan berada di atas tanah selama apa pun. Buah ini akan mengering dan menjadi kayu. Itu semua dikarenakan manggis mempunyai antioksidan yang luar biasa, khususnya di bagian kulitnya. Buah ini juga dipercaya dapat mencegah timbulnya sel-sel kanker, mencegah penyakit jantung, melawan radikal bebas, memelihara saluran pencernaan, dan menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan saluran pernafasan serta penyakit diabetes. Karena memiliki kada antioksidan yang tinggi, maka tidaklah heran apabila banyak orang menyukai buah manggis. Selain warna kulitnya yang menarik, dagingnya pun terasa lembut dan manis. Jadi, buah manggis tidak hanya manis, namun juga kaya akan nutrisi yang berkhasiat.

Sebagai orang percaya, seharusnya kita memiliki karakter seperti manggis, tak hanya manis tetapi juga bermanfaat bagi orang-orang di sekeliling kita. Manggis mengingatkan kita pada Ester. Ester bukan hanya cantik parasnya, Ester juga memiliki karakter yang cantik. Ia mampu menimbulkan kasih sayang dari Hegai, penjaga para perempuan di benteng Susan. Bukan hanya Hegai, Ester bahkan dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang meilhat dia, terutama Raja Ahasyweros. Ester dikasihi oleh baginda lebih dari semua perempuan lainnya, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu menggantikan Ratu Wasti.

Demikian juga kita anak-anak Tuhan, alangkah indahnya jika kita dapat mejaga karakter kita dengan baik. Cantik dan tampan dari luar saja tidak cukup. Kita akan jauh lebih cantik dan tampan apabila hal itu diimbangi pula dengan karakter kita yang terpuji. Karakter yang bukan lahir dari penampilan fisik saja tetapi lahir dari kedalaman hati yang takut akan Tuhan. Mari milikilah karakter seperti manggis, sehingga kita bukan hanya beroleh kasih sayang dari manusia, tetapi juga semakin beroleh kasih karunia dari Tuhan.

================================================================

Seorang manusia jangan dianggap sebagia alat tetapi harus dihormati. – Felix Adler

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s