Seminggu Bersama Simson – Hari 1 Seorang Nazir Tuhan

Hakim-Hakim 13:1-7, 24-25

Ketika John Wesley masih berusia 5 tahun, rumah keluarganya terbakar. Semua anggota keluarga Wesley selamat dari musibah tersebut, termasuk Wesley sendiri. Namun, Wesley hampir saja tidak terselamatkan dari kebakaran itu. Saat itu ia sedang berada di kamar atas, tetapi akhirnya berhasil diselamatkan oleh orang tuanya pada detik-detik terakhir. Tidak heran jika ibunya menganggap Wesley sebagai “puntung yang telah ditarik dari api” (Za 3:2). Di kemudian hari, Wesley melihat peristiwa ini sebagai tanda bahwa Tuhan mempunyai rencana yang besar dalam hidupnya, sehingga Ia masih memberinya kesempatan untuk hidup. Wesley menganggap bahwa jauh sebelum ia menyadarinya, yakni sejak masa kecilnya, ia sudah dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi hambaNya.

Sebagaimana dengan John Wesley, Tuhan juga sudah memanggil Simson menjadi hambaNya jauh sebelum Simson menyadarinya, yakni sejak dalam kandungan ibunya. Kelahiran Simson terjadi pada masa-masa ketika bangsa Israel berada di bawah kuasa orang Filistin selama 40 tahun, akibat dosa-dosa mereka. Pada saat itu, Tuhan menyatakan diriNya kepada sepasang suami istri dari suku Dan. Pasangan ini, Manoah dan istrinya, adalah orang-orang yang saleh, namun belum mempunyai keturunan. Sebab, istri Manoah adalah seorang perempuan yang mandul. Maka, Tuhan sendiri mengunjungi istri Manoah dalam wujud malaikat. Tuhan berkata bahwa istri Manoah akan mengandung dan melahirkan seorang anak, dan melalui anak tersebut Tuhan akan melakukan penyelamatan atas umat Israel dari bangsa Filistin. Anak yang dilahirkannya itu akan memerintah sebagai hakim Israel. Tuhan juga berkata bahwa anak tersebut akan menjadi nazir Tuhan sejak dari kandungan ibunya sampai pada kematiannya, yakni orang yang harus mengabdikan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Itulah sebabnya kepala anak tersebut tidak boleh kena pisau cukur, sebagaimana diatur dalam hukum kenaziran (Bil 6:5). Karena anak yang dikandungnya itu adalah seorang nazir Tuhan, maka istri Manoah juga diperintahkanNya untuk menjaga diri dari makanan haram dan minuman yang memabukkan. Ia harus menjaga dirinya tetap kudus.

Tidak lama kemudian, istri Manoah pun mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak tersebut Simson (Ibr, Shimshon), yang berasal dari kata Shemesh atau matahari. Mungkin nama ini berkaitan dengan pengharapan orang tua Simson atas kekuatannya yang bagaikan matahari.

Sebagai orang percaya, sebenarnya kita semua adalah nazir Tuhan, yang dipisahkan dari dosa dan dikhususkan bagi Tuhan. Itulah sebabnya kita harus menjaga hidup sedemikian rupa, sesuai dengan firman Tuhan di Alkitab. Dengan demikian, kita pun bisa mengabdikan diri sepenuhnya bagi kemuliaanNya.

================================================================

Tidak ada sesuatu yang dapat menggantikan kerja keras. – Thomas A. Edison

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s