Seminggu Bersama Simson – Hari 3 Tidak Menaati Firman Tuhan

Hakim-Hakim 14:1-4, 7-20

Banyak orang Kristen yang meninggalkan imannya kepada Tuhan Yesus hanya karena menikah dengan orang yang tidak seiman. Baru-baru ini, salah satu artis di Indonesia juga melakukan hal seperti itu, dan mendapat sorotan dari berbagai media sehingga diketahui oleh masyarakat luas. Selain itu, banyak juga orang percaya yang menikahi orang yang tidak seiman tanpa meninggalkan Tuhan Yesus; mereka beda keyakinan dalam pernikahan. Namun, pernikahan beda keyakinan tetap saja bentuk ketidaktaatan kepada Tuhan, dan rentan menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Sekalipun Simson seorang nazir Tuhan, yang telah dipilihNya sebelum kelahirannya, namun ia tidak taat pada firman Tuhan. Simson tidak menaati firman Tuhan dalam 3 hal:

Pertama, dalam hal pernikahan. Sebagai umat pilihan Tuhan, orang Israel dilarang unuk menikahi orang lain di luar bangsa Israel sendiri, agar mereka tidak terpengaruh oleh gaya hidup bangsa-bangsa kafir tersebut (Ul 7:3-4). Akan tetapi, kendati Simson seorang hakim Israel dan seorang pemimpin umat perjanjian, larangan ini tidak diindahkannya. Ketika ia melihat seorang perempuan Filistin di Timna, ia ingin menikahinya. Walaupun telah diingatkan oleh orang tuanya agar memilih pasangan dari bangsa Israel sendiri yang menyembah Tuhan, namun Simson tetap berkeras hati untuk menikahi perempuan Filistin tersebut. Karena itu orang tuanya pun menurutinya. Namun, ketika mereka sedang mengadakan pesta pernikahan di rumah pihak perempuan itu, terjadi insiden yang tak terduga. Simson marah besar kepada orang-orang Filistin yang bisa menebak teka-tekinya, sebab mereka telah menghasut istrinya untuk menanyakan jawabannya kepada Simson. Akibatnya Simson pun pergi meninggalkan istrinya di pesta tersebut.

Kedua, dalam hal makanan haram. Ketidaktaatan Simson lainnya terhadap firman Tuhan adalah ketika ia mengeruk madu dari bangkai singa yang mati dibunuhnya. Ia makan madu itu dan memberikannya kepada orang tuanya, tetapi tidak memberitahukan mereka dari mana asal madu tersebut. Padahal, Tuhan melarang orang Israel menyentuh bangkai binatang atau memakan makanan yang tersentuh oleh bangkai (Im 11:27-40).

Ketiga, dalam hal meminum anggur. Simson tidak menaati hukum kenazirannya ketika ia meminum anggur di pesta pernikahannya dengan perempuan Filistin. Dalam bahasa Ibrani, istilah “perjamuan” yang dipakai dalam Hak 14:10 adalah mishteh, yang artinya pesta dengan minuman anggur. Sebagai seorang nazir Tuhan, Simson seharusnya tidak boleh meminum anggur, sebagaimana diperintahkan Tuhan di dalam Bil 6:1-4.

Sebagai anak-anak Tuhan, hendaklah kita menjadi orang yang taat kepada firmanNya. Kita harus menghormati Tuhan dan menghargai status kita sebagai orang-orang kudus yang dikhususkan bagiNya, dengan cara menaati firmanNya.

================================================================

Akar pendidikan itu pahit, tetapi buahnya manis. – Aristoteles

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s