Seminggu Bersama Simson – Hari 6 Ditinggalkan Oleh Tuhan

Hakim-Hakim 16:4-22

The Profumo Affair adalah skandal politik yang mengegerkan dunia pada tahun 1963. Sebutan itu sesuai nama pelaku skandal, John Profumo, Sekretaris Negara untuk urusan Perang Inggris. Profumo berselingkuh dengan seorang mata-mata Rusia, Christine Keeler, yang menyamar menjadi gadis panggung. Kasus memalukan ini kontan menjatuhkan reputasi John Profumo yang tidak tahu kalau wanita yang dikencaninya itu adalah mata-mata. Walaupun di hadapan House of Commons Profumo membantah bahwa ia memiliki hubungan dekat dengan wanita cantik itu, namun skandal ini telah membuat reputasi Profumo hancur dan memaksanya mengundurkan diri.

Seperti halnya Profumo, reputasi Simson juga hancur karena seorang wanita, “mata-mata” orang Filistin. Peristiwa ini dimulai ketika ia membangun hubungan cinta dengan wanita Filistin yang bernama Delila. Hal ini dimanfaatkan oleh orang-orang Filistin untuk menjerat Simson. Raja-raja kota orang Filistin menawarkan sejumlah besar uang kepada Delila agar ia membujuk Simson untuk memberitahukan letak kekuatannya yang luar biasa itu. Dengan demikian orang-orang Filistin tersebut bisa membunuh Simson. Sampai tiga kali Delila menggoda Simson agar memberitahukan rahasia kekuatannya yang luar biasa, namun tiga kali juga Simson dapat mematahkan godaan Delila dengan selalu membohonginya. Namun, Simson tidak pernah lari dari rayuan Delila, tidak seperti Yusuf yang lari dari rayuan istri Potifar. Akibatnya, ia pun takluk pada wanita Filistin tersebut. Ketika sekali lagi Delila membujuknya untuk memberitahukan letak kekuatannya, sebagai bukti cinta Simson kepada Delila, Simson pun menyerah. Ia memberitahukan bahwa ia adalah nazir Tuhan dan bahwa kekuatannya ada di rambutnya, jika rambutnya tersebut dicukur maka hilanglah kekuatannya. Maka, Delila pun menyuruh orang mencukur rambut Simson ketika ia tidur di pangkuan Delila. Setelah rambutnya dicukur, maka orang FIlistin pun siap menangkapnya. “Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: ‘Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas.’ Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia.”

Simson masih percaya diri bahwa Tuhan tetap menyertainya sekalipun ia telah berulang kali tidak menaatiNya dan membuka rahasia kenazirannya kepada perempuan kafir. Namun, kali ini Tuhan tidak lagi berkenan akan perbuatan Simson yang terus-menerus menuruti hawa nafsunya terhadap wanita. Tuhan meninggalkan Simson! Orang Filistin menangkapnya, kemudian mencungkil kedua matanya dan menempatkannya di penjara dengan pekerjaan menggiling. Tentu ini adalah sebuah perlakuan yang sangat hina bagi seorang hamba Tuhan.

Janganlah kita berkeras hati dengan selalu berbuat dosa dan meninggalkan Tuhan. Ketika kita tidak taat kepada Tuhan, dan membiarkan diri kita bermain-main dengan dosa, maka hukuman sudah siap menanti kita. Mungkin tidak terjadi seketika, tetapi pasti akan terjadi.

================================================================

Kebijaksanaan adalah mengetahui apa yang harus dilakukan selanjutnya, keterampilan adalah mengetahui bagaimana melakukannya, dan kebajikan wujud tindakannya. – David Starr Jordan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s