Pikiran yang Menakutkan

Roma 8:5; Efesus 4:23

Aku dan beberapa orang temanku menginap di gereja pada malam Minggu, karena banyak pekerjaan yang harus kami selesaikan untuk perayaan ulang tahun gereja pada hari Minggu besoknya. Kami semua sedang bekerja di lantai satu, di lantai dua adalah ruang ibadah. Aku minta tolong Dany untuk mengambil mikrofon di lantai dua. Setelah beberapa saat ia naik, tiba-tiba ia berlari turun dengan muak sangat pucat. “Apa yang terjadi?” tanyaku. “Aku tidak mau ke atas lagi, aku takut. Tadi tiba-tiba angin bertiup dan kain gorden dekat jendela bergerak karenanya,” kata Dany dengan badan gemetar. Serentak kami semua ketakutan mendengar cerita itu. Ditambah lagi temanku langsung menceritakan hal-hal yang mengerikan seputar makhluk halus. Bulu kuduk kami pun berdiri. Esok harinya aku naik ke atas dan memeriksa, ternyata jendelanya terbuka. Aku sadar bahwa kejadian semalam itu hanya kejadian biasa. Namun, beberapa teman tetap menganggap bahwa itu ada hubungannya dengan makhluk halus.

Kejadian seperti ini seringkali kita alami dan kita menganggap itu adalah sebuah kejadian yang berhubungan dengan hal mistis. Seperti, lampu tiba-tiba mati lalu nyala dan kemudian mati lagi sampai berulang-ulang. Atau, ketika kita masuk dalam sebuah ruangan yang gelap dan sepi, bulu kuduk kita tiba-tiba berdiri. Untuk setiap kejadian, kita perlu memerhatikan dengan seksama, sebab mungkin saja merupakan kejadian biasa. Contohnya, lampu yang mati dan hidup secara tiba-tiba, kita harus memeriksa mungkin saja lampunya yang rusak.

Terkadang ketakutan itu ada karena di pikiran kita sudah ada semacam pemahaman yang kita bentuk sendiri, karena kejadian-kejadian seperti itu kita hubungkan dengan Setan. Kejadian-kejadian yang kita rasakan sangat menakutkan itu, sebenarnya berasal dari pikiran kita. Bulu kuduk kita merinding bukan karena ada sesuatu yang terjadi, tetapi karena kita sudah takut lebih dahulu, dan pikiran kita sudah membayangkan hal-hal yang menakutkan. Kita takut bukan karena ada sesuatu dari luar diri yang menakutkan, tetapi karena dari dalam diri kita sendiri. Pikiran kita sendiri yang menakut-nakuti kita.

Kita harus memperbarui cara berpikir kita, supaya jangan sampai Setan benar-benar menggunakan pikiran kita untuk rencana jahatnya. Untuk itu, buang semua cara berpikir yang tidak benar. Jangan biarkan pikiran-pikiran yang sia-sia menguasai hidup kita sehingga kita tidak dapat menggunakan akal pikiran dengan baik. Berpikirlah lebih realistis lagi tentang kejadian-kejadian yang kita alami. Hanya mereka yang masih tertarik pada dunia mistis yang akan selalu berpikir tidak realistis. Bangunlah sebuah pandangan yang baru di dalam Yesus karena haruslah demikian yang kita lakukan sebagai orang percaya. Kemerdekaan yang Tuhan berikan kepada kita salah satunya adalah memerdekakan diri kita dari pikiran yang buruk. Isilah pikiran kita dengan firman Tuhan yang memerdekakan.

================================================================

Sebuah buku adalah sebuah hadiah yang dapat kamu buka lagi dan lagi – Garrison Keillor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s