Cappuccino Cincau

Roma 12:11

Saya memiliki seorang teman yang sangat bersemangat untuk memulai usaha baru. Tadinya dia bekerja pada suatu perusahaan besar, namun karena berbagai alasan, dia memutuskan untuk mengundurkan diri. Setelah dia mengundurkan diri, teman sepelayanan di gereja memberikan dia ide untuk membuka usaha minuman yang bernama “cappuccino cincau”. Minuman ini merupakan minuman dengan rasa cappuccino yang dicampur dengan cincau hitam. Rasanya sangat enak dan ternyata banyak sekali orang yang menyukainya. Pada waktu itu, minuman ini sudah sangat terkenal dan banyak ditemukan di mana-mana. Namun, teman saya tidak putus asa karena hal itu. Dia tetap tertarik untuk mencoba membuka usaha ini. Dia percaya Tuhan sudah menyediakan berkat khusus untuknya selama dia mau berusahan dan bekerja keras. Singkat cerita, dengan modal yang tidak terlalu banyak, dia memulai usaha minuman cappuccino cincau. Berbagai kesulitan dia alami ketika usahanya tersebut berjalan. Orang tuanya sempat tidak setuju dengan pekerjaannya. Bahkan, ada pedagang makanan yang iri dan selalu berusaha untuk menjatuhkannya. Akan tetapi, walau banyak rintangan dan tantangan dalam membuka usaha baru tersebut, semangatnya yang menyala-nyala tetap membuatnya teguh bertahan. Saya ikut senang ketika mendengar kabar bahwa usahanya itu diberkati Tuhan. Dia berhasil menabung untuk membeli sepeda motor dan mengirim uang untuk kedua orang tuanya.

Dari teman saya ini, saya memetik suatu pelajaran yang sangat baik. Saya menemukan nilai kerja keras dan semangat yang tidak pernah padam dari dirinya. Alangkah indahnya jika semangat yang menyala-nyala seperti itu juga ada di dalam setiap gereja. Bayangkan jika setiap orang yang melakukan tugas pelayanan di gereja selalu bersemangat. Pastilah setiap jenis pelayanan di gereja akan berjalan dengan sangat efektif. Contohnya, jika seorang Guru Sekolah Minggu memiliki hati yang rindu untuk mendidik anak-anak sesuai pengajaran Alkitab. Kelak anak-anak tersebut akan tumbuh dengan pribadi yang baik dan hati yang sangat mengasihi Tuhan. Begitu juga dengan setiap pelayan mimbar. Ketika pelayanan dilakukan dengan kesungguhan, pastilah hadirat Tuhan akan terasa nyata dalam setiap ibadah. Hal ini akan menciptakan suasana yang nyaman bagi jemaat untuk menyembah Tuhan.

Bukan tanpa alasan Paulus menuliskan di dalam Kitab Roma agar kita tidak kendor kerajinannya di dalam melayani Tuhan. Hal ini didasari oleh adanya beberapa orang yang merasa bosan dalam melayani. Ingatlah bahwa yang kita layani bukan manusia, melainkan Tuhan! Jangan sampai kita merasa bosan untuk melakukan pelayanan bagi Tuhan. Bukankah Tuhan sendiri tidak pernah bosan dalam menghadapi setiap tingkah laku kita yang sering mengecewakanNya? Karena itu, mulai sekarang cobalah untuk menyalakan lagi roh kita dan layani Tuhan dengan penuh semangat dan kesungguhan!

==================================================

Satu mesin dapat melakukan pekerjaan 50 orang biasa. Tetapi tidak ada mesin yang dapat melakukan pekerjaan dari satu orang yang luar biasa. – Elbert Hubbard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s