Antara Bercanda dan Bullying

Amsal 15:4

Aaron Dugmore, adalah seorang bocah berusia sembilan tahun yang ditemukan tewas tergantung di kamar tidurnya, di Birmingham, Inggris. Ibunya, Kelly-Marie Dugmore, mengatakan beberapa hari sebelum kematian putranya, Aaron pernah mengadu bahwa ia mengalami “bullying”, yaitu gangguan berupa aniaya dan ejekan dari sekelompok gang anak-anak Asia di sekolahnya karena warna kulitnya yang putih. “Aaron terlihat terakhir kali di sekolah bersama teman-temannya, dan dia diejek dan ditertawakan karena warna kulitnya yang putih. Hal ini membuat saya sangat kesal,” kata ibunya. Mereka mengancam Aaron dengan pisau plastik sambil berkata, “Lain kali, ini akan pisau sungguhan!” Aaron ditemukan oleh ibunya telah tergantung di rumahnya di Distrik Erdington, Birmingham, sekitar pukul enam sore pada tanggal 11 Februari 2013 yang lalu. Aaron merupakan murid baru di Erdington Hall Primary School, yang 75% siswanya berasal dari latar belakang etnis minoritas. Kepolisian West Mindland, David Wallbank mengonfirmasi bahwa ada dugaan kuat bahwa Aaron mengalami bullying yang menyebabkan ia frustasi dan akhirnya gantung diri.

Hasil studi yang dilakukan oleh National Youth Violence Prevention Resource Center Sanders menunjukkan bahwa bullying  dapat membuat seorang anak merasa cemas dan ketakutan, sehingga memengaruhi konsentrasi belajar di sekolah dan membuat mereka menghindari untuk pergi ke sekolah. Bila terus berlanjut dalam jangka waktu yang lama, hal ini dapat memengaruhi penerimaan diri seorang siswa, meningkatkan isolasi sosial, memunculkan perilaku menarik diri, menjadikan anak yang rentan terhadap stres dan depresi, serta rasa tidak aman. Dalam kasus yang lebih ekstrem, bullying  juga dapat mengakibatkan remaja berbuat nekat, seperti membunuh atau melakukan bunuh diri.

Terkadang, tanpa disadari dan disengaja, kita pernah melakukan bullying atau ejekan melalui canda terhadap orang lain. Pernahkah kita berpikir apa dampak canda kita bagi orang tersebut? Canda yang sifatnya ejekan dapat berpengaruh terhadap fisik maupun psikis orang yang kita ejek. Dampak fisik bisa berupa sakit kepala, sakit dada. Sedangkan dampak psikis bisa berupa rendah diri, sulit berkonsentrasi, sehingga terjadi penurunan nilai akademis, trauma, sulit bersosialisasi, hingga depresi, bahkan sampai menimbulkan kematian seperti halnya Aaron.

Hal ini seharusnya membuat kita sadar, bahwa dalam bercanda pun harus ada aturan dan batasnya. Apabila canda kita sudah menyakiti hati orang lain, berarti kita sudah melakukan bullying terhadap orang tersebut. Manusia dapat merasa dihargai dan disanjung dengan kata-kata ynag indah dan manis. Tetapi manusia juga dapat merasa dilecehkan dengan kata-kata yang merendahkan seseorang. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam bercanda!

=============================================================

Tidak ada orang yang terlalu miskin sehingga dia tidak sanggup memberikan pujian. – Anonim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s