Pacaran Setelah Menikah

Efesus 5:25, 33

Tedjo dan Tini adalah sepasang kekasih yang sudah lama berpacaran. Akhirnya, mereka memutuskan untuk menikah. Mereka berjanji untuk setia sampai tua, seperti yang biasa diucapkan pada janji pernikahan. Luar biasanya, kehidupan pernikahan mereka tidak hanya sekadar sebuah ucapan janji nikah saja, tetapi mereka menjalaninya dengan setia hingga menjadi teladan bagi banyak orang. Tedjo dan Tini berjemaat dalam sebuah gereja kecil di daerah yang cukup terkenal. Di usianya yang sudah tua, tidak jarang mereka bergandengan tangan menunjukkan kemesraan, sekalipun di dalam gereja. Walaupun sudah tua, mereka tetap menjadi teladan bagi anak-cucu mereka, bahkan saudara-saudara seiman lainnya. Roni dan Rini adalah contoh yang lain. Kehidupan pernikahan mereka juga menjadi teladan bagi anak-anak dan keponakan-keponakan mereka. Usia mereka juga sudah tua, tetapi tetap saja sesekali Roni memberi kejutan kepada istrinya. Suatu hari, Roni memberi kejutan jalan-jalan ke luar negeri kepada istrinya. Dia menyiapkan segala-galanya begitu rupa sehingga anak-anaknya pun tidak diberi tahu akan rencana ini. Beberapa jam sebelum keberangkatan, Roni mempersembahkan kejutan itu kepada istrinya. Sontak, istrinya sangat kaget mendengar hal itu. Dengan senang hati, Rini mengikuti rencana Roni. Seorang pendeta dan istrinya yang juga seorang pendeta, juga memberi teladan yang baik dalam hal pernikahan. Rumah tangga mereka tidak sempurna, pasti ada saja masalah yang terjadi. Usia pernikahan mereka sudah lebih dari 27 tahun, namun kemesraan di antara mereka berdua tidak pernah reda. Pak pendeta ini pun tidak jarang mencium kening istrinya di depan jemaat dalam acara-acara tertentu.

Apa yang menjadi rahasia pernikahan mereka sehingga semua dapat berjalan langgeng selama puluhan tahun? Jawabannya sangat sederhana! Mereka tetap berpacaran, sekalipun sudah menikah. Tedjo dan Tini tetap bergandengan tangan menunjukkan kemesraan sekalipun usia mereka sudah tua. Roni serong memberi kejutan-kejutan kepada istrinya, sekalipun usia mereka juga sudah tua. Pak pendeta juga tidak jarang mencium kening istrinya, sekalipun usia mereka sudah tua. Hal baik yang tidak melebihi batas yang mereka lakukan sebelum menikah, tetap mereka lakukan setelah menikah. Ya! Mereka tetap berpacaran setelah menikah, itulah rahasianya. Banyak orang tidak pernah melakukan lagi di kehidupan pernikahannya, hal-hal baik yang pernah mereka lakukan saat mereka masih berpacaran. Mungkin mereka berpikir bahwa pacaran hanya dilakukan untuk masa sebelum menikah saja.

Salah satu bentuk mengasihi pasangan kita adalah dengan menyatakan kasih kita lewat perkataan dan tindakan nyata seumur hidup. Pacaran seharusnya dilakukan seumur hidup dengan pasangan kita, bukan hanya sebelum pernikahan saja, tetapi juga harus dilakukan setelah menikah.

=============================================================

Tempat pertama di mana harga diri memulai perjalanannya ada di dalam diri kita. – Stephen Richards

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s