Tak Ada yang Instan

1 Samuel 16:1-13

Tahukah Anda bahwa sewaktu masih kanak-kanak, aktor laga Jackie Chan ternyata nyaris dijual oleh orang tuanya seharga sekitar 100-200 dolar kepada seorang dokter kandungan Inggris? Meniti karier di layar lebar, Jackie Chan tak langsung mendapatkan peran penting dalam film. Awalnya, ia hanyalah seorang pemeran pengganti. Bahkan demi menyambung hidup, Jackie sempat bekerja di Australia sebagai pelayan restoran dan buruh bangunan.

Tahukah Anda kalau Michael Dell, pendiri perusahaan Dell Computer, dahulunya adalah pencuci piring di restoran Cina dengan penghasilan 2,3 dolar per jam? Percayakah Anda bila Sting, pentolan grup musik The Police, pernah melakoni beragam pekerjaan demi bisa hidup? Mulai dari guru, pegawai konstruksi, petugas pajak, hingga menjadi seorang kondektur bus. Bahkan seorang James Cameron, sutradara film box office Terminator, Titanic, dan Avatar, ternyata pernah bekerja sebagai sopir bus sekolah. Dan Steve Jobs, pernah menjual “Blue Box”, sebuah alat untuk menelepon secara illegal, sebelum ia mendirikan Apple Company yang melegenda itu.

Daud adalah raja terbesar dalam sejarah bangsa Israel. Empat puluh tahun lamanya ia memerintah. Nabi Samuel mengurapi Daud pertama kali pada usia sekitar 16 tahun, namun baru pada umur 30 tahun ia dilantik menjadi raja. Lebih kurang empat belas tahun lamanya Tuhan memproses Daud menjadi pemimpin masa depan Israel. Daud mempersiapkan diri sejak usia muda. Dari seorang gembala di padang, Daud “naik pangkat” menjadi pemain kecapi bagi Saul, lalu menjadi tentara, diangkat menjadi raja Yehuda, sampai akhirnya dilantik menjadi raja Israel. Tuhan tidak pernah mengutus atau menetapkan orang-orang pilihanNya tanpa memperlengkapi mereka terlebih dahulu.

Menurut survey yang dilakukan oleh majalah Forbes pada tahun 2009, sekitar enam puluh persen dari 793 orang miliarder di dunia membangun kekayaan dari nol. Tak ada satu hal pun di dunia ini yang bisa diperoleh secara instan. Setiap orang harus bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya. Pemenang dan pecundang memulai dari garis start yang sama, melewati rute yang sama, namun semangat dan keberanian menghadapi tantangan yang membedakan keduanya.

Sebuah pepatah klasik berkata, “Roma tidak dibangun dalam satu malam”. Artinya, kita mesti berjuang untuk mewujudkan semua mimpi indah kita. Kegagalan dan keberhasilan merupakan satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Sebelum kita mencoba, kita tidak pernah tahu apakah kita bakal berhasil atau tidak. Bukankah waktu, latihan, dan pengulangan yang akan menyempurnakan semua proses kehidupan? Bahwa kita menemui batu terjal di awal, tidak berarti kita pasti gagal di akhir. Tetaplah maju, jangan pernah berhenti mencoba!

=============================================================

Menyesal untuk waktu yang terbuang lebih membuang-buang waktu. – Mason Cooley

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s