If Tomorrow Never Comes

Yakobus 4:14; Matius 22:37-39; Keluaran 20:12

Would you know my name, if I saw you in heaven? Would it be the same, if I saw you in heaven? Yang berarti, “Apakah kau akan mengenal namaku, ketika aku bertemu denganmu di Sorga? Apakah ini akan sama, ketika aku bertemu denganmu di Sorga?” Kalimat ini adalah penggalan lirik dari lagu yang berjudul “Tears In Heaven”, yang diciptakan oleh Eric Clapton. Lagu ini ditulis olehnya karena perasaan sedih yang begitu mendalam sepeninggal anaknya yang ketika itu baru berumur 4 tahun. Sang buah hati yang bernama Conor Clapton, meninggal karena sebuah kecelakaan tragis. Conor terjatuh dari jendela apartemen lantai 53 di New York. Eric Clapton begitu sedih dan tidak percaya, karena sang buah hati begitu cepat meninggal apalagi dengan cara yang tragis. Kesedihan Eric Clapton telah tertuang di setiap bait lagu “Tears In Heaven”. Ia begitu sedih membayangkan jika kelak mereka akan berjumpa lagi di Sorga, si kecil Conor tidak dapat mengenali dirinya dan tidak lagi mengingat akan masa-masa indah yang pernah mereka lewati bersama.

Sampai saat ini, belum pernah kurasakan kesedihan yang mendalam karena meninggalnya orang yang kusayangi. Namun, ketika pertama kali mendengar lagu “Tears In Heaven”, kesedihan yang tertuang di setiap bait dalam lagu tersebut sekejap merasuk ke dalam kalbu. Sejenak terpikirkan, bagaimana jika hari esok tidak pernah ada? Bagaimana jika di Sorga nanti aku tidak lagi mengenali orang-orang yang kukasihi? Aku disadarkan bahwa selama ini aku belum memberikan dan melakukan apapun untuk orang yang kukasihi. Hari-hari yang kulewati hanyalah sebuah rutinitas, tidak ada sesuatu yang berarti yang sudah aku lakukan untuk orang-orang di sekitarku. Tetapi, aku bersyukur karena Tuhan telah mengingatkanku dan masih memberikan hari ini sebagai satu kesempatan untuk satu kali lagi bertemu dengan orang-orang yang kukasihi. Sungguh, hari ini dan hari-hari selanjutnya jika masih ada, tidak akan pernah lagi aku sia-siakan, walau hanya sekadar untuk tertawa, berbincang, dan menangis bersama dengan orang-orang yang aku kasihi.

Apakah Anda sudah melakukan sesuatu untuk orang-orang yang Anda kasihi? Jika belum, lakukan saat ini juga, sebab tidak seorang pun tahu batas waktu hidup di dunia ini. Alkitab mengatakan bahwa hidup itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Gunakanlah kesempatan untuk mengenal dan mengasihi mereka saat dimana Anda bersama-sama dengan mereka di dnia ini. If tomorrow never comes, artinya jika hari esok tidak akan pernah datang. Untuk itu, anggaplah hari ini adalah hari terakhir Anda bersama mereka di dunia ini. Anda dapat memulainya dengan sapaan sederhana yang penuh perhatian dan kasih sayang, senyuman manis di pagi hari, tindakan berarti untuk mereka yang ada di sekitar Anda, dll. Lakukanlah selagi masih ada kesempatan!

=============================================================

Tidak ada kemuliaan yang dicapai dengan menjadi lebih baik dari orang lain. Kemuliaan sesungguhnya adalah menjadi lebih baik dari diri sendiri sebelumnya. – Pepatah Tiongkok Kuno

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s