Seminggu Bersama Yokhebed – Hari 2 Iman Mengalahkan Ketakutan

Keluaran 2:2; Ibrani 11:23; Mazmur 55:23

Kelahiran seorang anak pasti merupakan hal yang paling menggembirakan di dalam keluarga. Namun, tidak demikian halnya yang dirasakan oleh Yokhebed ketika ia melahirkan Musa. Sebelum Amram dan Yokhebed menikah, bangsa Israel sudah mendapatkan tekanan dari Firaun. Ketika Firaun melihat jumlah bangsa Israel yang saat itu melebihi jumlah penduduk Mesir, ia menjadi khawatir. Oleh karena kekhawatirannya itu, ia menjadikan bangsa Israel sebagai pekerja rodi di tanah Mesir, dengan tujuan menekan bangsa ini agar tidak semakin banyak. Namun, jumlah mereka justru semakin bertambah banyak. Oleh sebab itu, Firaun mengeluarkan perintah kepada rakyatnya agar melemparkan semua anak laki-laki Ibrani ynag baru dilahirkan ke dalam Sungai Nil (Kel 1:22). Saat situasi seperti itulah, lahir Musa bagi Amram dan Yokhebed.

Pasti kita bisa membayangkan apa yang dirasakan oleh Amram dan Yokhebed ketika itu. Manusiawi sekali jika mereka dilanda kebingungan dan kegelisahan, karena mereka takut jika anaknya mati dibunuh oleh Firaun. Namun, nampaknya iman mereka jauh lebih besar dari ketakutan mereka itu, hal ini dapat dilihat dari tindakan mereka. Alkitab menceritakan bahwa ketika Yokhebed melihat anaknya itu cantik, maka disembunyikanlah dia. Cantik yang dimaksudkan dalam hal ini, semata-mata bukan hanya parasnya saja. Dalam Kis 7:20, cantik yang dimaksud adalah elok di mata Tuhan. Hanya dengan iman, ia dapat melihat bahwa keelokan anaknya itu adalah sesuatu yang khusus di mata Tuhan. Dengan iman, ia mengerti pesan Tuhan dalam diri anaknya, Musa. Sehingga, ia dan suaminya menyembunyikan Musa tiga bulan lamanya, dan tidak lagi takut kepada perintah Firaun, sebab mereka meyakini perlindungan Tuhan bagi Musa.

Apakah saat ini kita sedang menghadapi situasi sulit dan tidak pasti, sehingga membuat kita menjadi takut menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi? Hari ini satu hal lagi yang dapat kita pelajari dari Yokhebed, yaitu imannya. Dengan iman, Yokhebed tidak lagi merasakan ketakutan, sekalipun berada di dalam situasi sulit. Dengan iman juga ia dapat melihat hal positif di tengah situasi yang sulit. Iman seperti inilah yang seharusnya dimiliki oleh semua orang percaya. Iman orang percaya bukanlah iman yang hanya sekadar tahu, lalu mengucapkannya sebatas di mulut bahwa Tuhan itu hidup dan mampu melakukan perkara-perkara luar biasa. Tetapi, iman itu juga harus dipraktikkan sebagai wujud nyata bahwa kita sungguh adalah orang beriman. Iman di dalam Kristus bukanlah iman yang konyol, sebab ada kepastian di dalamNya. Tuhan memang tidak pernah berjanji bahwa jalan yang kita lewati adalah jalan bebas hambatan. Tetapi, Ia berjanji akan memberikan jalan keluar ketika kita berada dalam kesulitan. Jadi, jangan takut, berharaplah senantiasa kepadaNya!

=============================================================

Sebagian besar dari bayang-bayang kehidupan ini, disebabkan oleh posisi kita sendiri di bawah sinar matahari. – Ralph Waldo Emerson

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s