Seminggu Bersama Yokhebed – Hari 3 Sang Perencana Unggul

Keluaran 2:3-8; Amsal 19:21

Perencanaan sangat dibutuhkan di dalam kehidupan manusia. Sebab, perencanaan adalah penentu langkah-langkah yang akan diambil dalam mencapai suatu tujuan. Oleh karena itu, perencanaan tidak bisa dipandang sebelah mata. Keberhasilan dan kegagalan seseorang dapat diprediksi hanya dengan melihat sejauh mana ia membuat perencanaan. Untuk itu, dibutuhkan pemikiran yang saksama dalam menyusun suatu perencanaan yang matang. Perihal ini, kita dapat belajar dari Yokhebed, sang perencana unggul.

Ketika Musa semakin besar dan tangisannya semakin kuat, dengan hikmat Tuhan, ia segera menyusun rencana yang begitu baik untuk menyelamatkan Musa. Bukan kebetulan jika Musa ditemukan, lalu diangkat oleh putri Firaun. Sejak awal bisa dikatakan bahwa Yokhebed memang telah menargetkan putri Firaun untuk menjadi orang tua asuh bagi Musa, karena dengan demikian Musa akan tetap hidup. Berikut adalah perencanaan yang disusun oleh Yokhebed sebelum ia memberanikan diri untuk menyembunyikan Musa di Sungai Nil.

Pertama, ia telah membuat terlebih dahulu peti pandan untuk Musa. Peti pandan yang dimaksud adalah keranjang yang terbuat dari papirus. Yokhebed menjadikan papirus sebagai keranjang Musa, karena bau papirus tidak disukai oleh buaya. Kemudian, Yokhebed mengolesi keranjang tersebut dengan gala-gala dan ter. Gala-gala dan ter yang dimaksud adalah dempul dan aspal, yang berguna untuk merekatkan batang-batang papirus, agar air tidak masuk ke dalam keranjang tersebut.

Kedua, bisa dipastikan bahwa Yokhebed telah mempelajari targetnya, yaitu putri Firaun. Sehingga, bisa dikatakan bahwa ia tahu betul kapan putri Firaun akan mandi di Sungai Nil.

Ketiga, pasti ia juga sudah melatih anaknya Miryam, seperti apa yang harus dilakukan dan dikatakan oleh Miryam ketika nanti bertemu dengan putri Firaun. Terbukti, ia menempatkan anaknya, Miryam untuk mengawasi Musa dan ketika bertemu dengan putri Firaun, tanpa basa-basi anak itu langsung menawarkan inang penyusu bagi Musa. Ini adalah bukti bahwa Yokhebed sungguh-sungguh orang beriman. Secara logika, hal ini tentu mustahil jika dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga, apalagi ia adalah seorang budak di negeri asing. Karena imanlah ia dapat menyusun semua perencanaan itu dan hasil akhirnya ia serahkan kembali kepada Tuhan. Inilah cara kerja iman, sesuatu yang mustahil bagi pemikiran manusia, tetapi dikerjakan oleh Tuhan, guna menunjukkan kebesaranNya.

Sebagai orang percaya, sudah seharusnya kita melibatkan Tuhan di dalam semua perencanaan kita. Jadikanlah ini sebagai langkah awal dalam menyusun perencanaan. Dengan demikian, kita akan memutuskan segala sesuatu dengan penuh kebijaksanaan, melangkah dalam kepastian, dan akan memperoleh hasil akhir yang luar biasa.

=============================================================

Masalah terbesar di dunia bisa saja diselesaikan saat itu masih masalah kecil. – Witter Bynner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s