Give More

Amsal 10:8a; 20:5; 22:29

Di sebuah kerajaan, hiduplah seorang raja yang terkenal dengan kebijaksanaannya. Ada dua orang muda bernama Bagas dan Agus, yang bekerja di dalam kerajaan tersebut. Mereka berdua memiliki tingkat kepintaran yang sama. Setelah berjalan tiga tahun, Bagas diangkat menjadi kepala keuangan di kerajaan tersebut dan Agus diangkat sebagai asisten kepala keuangan. Melihat hal itu, Agus menjadi marah sebab ia berpikir bahwa secara intelektual Bagas tidak lebih dari pada dirinya. Bahkan ia berani bertaruh untuk berdebat secara terbuka, demi membuktikan bahwa dirinya juga layak mendapatkan posisi lebih baik daripada asisten kepala keuangan. Maka, dengan sangat marah ia mendatangi raja untuk menyampaikan rasa kecewanya. Setelah ia mengeluarkan semua kemarahannya, dengan tenang sang raja memintanya untuk pergi ke gudang makanan dan melihat apakah masih ada beras di sana. Dengan sigap Agus langsung pergi dan segera kembali melaporkan bahwa masih ada beras. Kemudian raja bertanya lagi, “Berapa karung lagi yang masih tersisa?” Jawab Agus, “Aku tidak menghitungnya, aku akan segera kembali memberi laporan.” Tidak lama kemudian ia kembali dan melaporkan bahwa persediaan beras masih tersisa 10 ton. Raja bertanya lagi, “Selain beras 10 ton, persediaan makanan apa saja yang masih ada di gudang?” Hal intu membuat Agus menjadi marah dan merasa dipermainkan. “Kenapa tadi tidak bertanya sekaligus padaku? Aku capek jika harus bolak-balik gudang makanan.” Raja kemudian meminta Bagas juga melakukan tugas yang sama dengan perintah yang sama. Setelah Bagas kembali, ia memberikan laporannya, “Persediaan beras masih ada 10 ton, itu tidak cukup untuk 3 bulan tetapi masih ada 20 ton jagung, 5 ton ubi kering, dan beberapa makanan lainnya. Persediaan makanan ini masih cukup 6 bulan, tetapi kita harus mulai mengumpulkan bahan makanan lagi supaya persediaan di gudang makanan teta pada.” Ketika mendengar penjelasan Bagas, Agus terdiam dan mengerti maksud raja.

Kita sering kali mendengar slogan “berikan lebih dari yang biasa Anda beri”. Namun, sudahkah kita menerapkannya? Memberikan lebih dari yang biasa kita beri bukanlah masalah sulit, jika kita memiliki kemauan untuk melakukannya. Orang yang mampu menerapkan slogan ini dalam keluarga, pelayanan, dan pekerjaan akan melihat hasil yang luar biasa, daripada mereka yang memberikan sesuatu dengan “sekadarnya”. Bagas selalu melakukan lebih dari yang diminta karena ia merasa mampu, dan memiliki tanggung jawab yang besar terhadap kerajaan tersebut. Berikanlah kasih sayang dan perhatian yang lebih pada keluarga kita. Bekerjalah dengan memiliki rasa tanggung jawab dan kepedulian yang besar di tempat pelayanan dan pekerjaan kita. Sebab, dengan demikian kita telah menanamkan “investasi” untuk masa depan kita. “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

=================================================================

Kepemimpinan harus lahir dari pemahaman tentang kebutuhan mereka yang akan terpengaruh oleh hal itu. – Marian Anderson

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s